Bisa Jadi Karena Sering Membantu Sesama

Bisa jadi lancarnya rezeki seseorang karena doa orang tuanya. Mungkin juga karena doa fakir miskin yang mendapatkan uluran tangan darinya. Atau bisa juga karena doa saudara dan saudarinya yang ikut menikmati rezeki halal darinya yang ia selalu bagikan kepada mereka. Atau mungkin juga karena perhatiannya terhadap para penuntut ilmu agama.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِيْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ. فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ.

Dari Anas bin Malik ia berkata: “Dahulu ada dua orang bersaudara pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Seorang dari mereka senantiasa mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam (untuk menuntut ilmu), sedangkan yang satunya sibuk bekerja. Orang yang bekerja itu mengeluhkan saudaranya itu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda: “Semoga engkau mendapatkan rezeki karena sebab dirinya.” (Hadis sahih riwayat at-Tirmidzi).

IMG-20150528-WA0048

Continue reading

Jangan Malu Berbagi kepada Tetangga

Dalam kehidupan bertetangga, terkadang sebagian dari kita merasa malu untuk memberikan sesuatu kepada tetangganya, secara khusus makanan. Merasa tidak enak karena hanya memberikan sedikit saja atau khawatir tetangga kita tidak cocok dengan rasanya.

Perasaan seperti ini hendaknya ditinggalkan dan dijauhi. Bila terus dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi was-was yang dapat menghalangi kita untuk berbuat baik kepada tetanga. Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wa sallam menerangkan bahwa kita tidak boleh meremehkan kebaikan sedikitpun. Beliau juga mengarahkan kita untuk berbagi kepada tetangga meski dengan sesuatu yang tidak bernilai tinggi. Bisa jadi yang sedikit tersebut dapat mendatangkan keberkahan dan limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Mari kita perhatikan beberapa wejangan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut ini. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi untuk berbagi kepada tetangga kanan kiri.

IMG_20151126_104151

Continue reading

Kesederhanaan Generasi Mulia

Aug 17, 19:40

TERKADANG kita mendengar berita tentang saudara kita yang sakit atau mati kelaparan. Di satu sisi kita mendengar saudara kita yang lainnya mengeluhkan sakit karena makan berlebihan, semua makanan lezat dilahap, tak ingat dengan tetangga kanan kiri. Sekiranya yang kelebihan berderma kepada yang kelaparan maka selesailah perkara.

Dari Muhammad bin Sirin rahimahullah ia pernah bercerita: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkisah: “Sungguh aku pernah terkapar di antara makan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mimbar  beliau, hingga orang-orang berkata, ‘-Abu Hurairah- gila’ padahal aku tidak gila. Hal itu terjadi karena aku begitu kelaparan.”

[Sahih kitab “az-Zuhd, Waki’ bin al-Jarrah,” hal. 63]

Mendamaikan Antara Manusia

~ Bab 31, al-Ishlah Bainan Naas (Mendamaikan antara Manusia), Kajian Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, di ICC Dammam, mulai jam 3.30 sore, 7 al-Muharram 1436 ~

Mendamaikan antara manusia yg berselisih merupakan akhlak yang mulia. Dan lebih diutamakan yang memiliki kekerabatan, seperti anak dengan ayahnya, sadara sekandung, dst.

Allah berfirman:

“Tidak ada kebaikan pada bisik2 kalian, kecuali dalam urusan sedekah atau kebaikan atau utk mendamaikan antar manhsia.” (An Nisa: 128).

“Dan perdamaian adalah kebaikan.” (An-Nisaa: 128)

“Maka bertakwalah dan damaikan di antara kalian.” (Al-Anfal: 1)

“Sesungguhnya mukminin adalah saudara, maka damaikanlah di antara saudara kalian.” (Al-Hujurat: 10).

253 – Dari Abu Hurairah radhiyallah’anhu, berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Setiap persendian manusia itu harus dikeluarkan sedekahnya setiap hari selama matahari terbit. (Sedekah tsb -pen) Mendamaikan antara dua orang yg berselisih adalah sedekah, membantu saseorang utk naik ke kendaraanya kemudian membantu mengangkatnya ke atas kendaraannya, atau membantunya mengangkat barang2nya ke kendaraannya, inu merupakan sedekah. Kalimat yang baik adalah sedekah. Setiap langkah ke masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan di jalan adalah sedekah.” (Mutaffaqun alaihi).

Faedah Hadits
1. Wajid bersyukur atas kelimpahan nikmat Allah berupa ruas dan sendi2 di badan kita.
2. Pintu-pintu kebaikan sangat banyak, sebagaimana yg disebutkan setiap amal dalam hadits di atas adalah sedekah.
3. Segala setiap kebaikan yg sesuai dg syariat adalah sedekah.
4. Bukti kejelian atas penciptaan Allah Ta’ala, sebagaiaman disebutkan dalam hadits tentang ruas atau persendian tulang manusia.
5. Kewajiban bersedekah bagi setiap orang setiap hari selama matahari terbit.
6. Keutamaan mendamaikan 2 orang yg berseteru, setara dengan sedekah.
7. Anjuran untuk menolong orang lain.
8. Anjuran untuk berucap dengan perkataan yang baik. Kalimah tayyibah terdiri dari dua: yg secara dzatnya memang baik dan yang bertujuan untuk kebaikan.
9. Menyingkirkan gangguan di jalan adalah sedekah, maka menyingkirkan yg lebih besar seperti kesyirikan lebih penting dan dianjurkan.
10. Segala sesuatu yg dapat mendekatkan diri kepada Alah adalah ibadah, selama sesuai dg syariat agama.

Kewajiban bersedekah di atas bisa dicukupi dg 2 rakaat shalat dhuha.[]

Syafaat

~ Kajian kitab Riyadhus Shalihin, di ICC mulai jam 3.30 sore

Syafaat

Syafaat adalah menjadi perantara bagi orang lain dalam mendapat manfaat atau menolak madharat. Seperti orang yang dihukum dg vonis potong tangan, kemudian didatangi pemimpin kaum utk meringankan hukumannya, maka ini disebut mencari syafaat.

“Barangsia yang membrikan syafaat yg baik, niscaya memperoleh bagian pahala dari syafaat tersebut.” (An Nisaa: 85)

Di akherat, Rasulullah akan menjadi syafaat bagi kaum muslimin untuk masuk surga, pelaku dosa2 besar. Continue reading

Membantu Kebutuhan Kaum Muslimin

~ Ngaji Kitab Riyadhus Sholihin, karya Imam Nawawi, oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari (mulai 3.30 sore, di Masjid ICC Dammam, 15 Dzulhijjah )

Bab ke-29
Bab Menyelesaikan Kebutuhan (Hajat) Kaum Muslimin

Allah berfirman yg artinya: “Dan berbuatlah kebaikan agar kalian beruntung.” (Surah al-Hajj: 77)

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Muslim itu saudara muslim lainnya, tdk boleh baginya mendzaliminya, atau menyerahkan ke orng lain utk didzalimi, barangsiapa yg membantu saudaranya, maka Allah akan menyelesaikan hajatnya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan bagi seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu dari kesulitan hari kiamat. Dan barang siapa yg menutupi aib muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (Mutaffaqun alaihi).

Hadits di atas, menerangkan bahwa Allah juga tetap akan membantu hambaNya, dan akan lebih bantuan tsb bagi hambaNya yg membantu saudaranya. Continue reading

Husnul Khuluq

Suatu amalan yang dengannya dapat membuat manusia dimasukkan dalam surga adalah taqwa dan husnul khuluq.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam praktek hidup sehari-hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan nyata dalam berakhlak yang baik. ِAllah Ta’ala telah memujinya dalam firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul-betul di atas akhlak yang agung.” [QS. Al-Qalam (68): 4] Continue reading