Bisa Jadi Karena Sering Membantu Sesama

Bisa jadi lancarnya rezeki seseorang karena doa orang tuanya. Mungkin juga karena doa fakir miskin yang mendapatkan uluran tangan darinya. Atau bisa juga karena doa saudara dan saudarinya yang ikut menikmati rezeki halal darinya yang ia selalu bagikan kepada mereka. Atau mungkin juga karena perhatiannya terhadap para penuntut ilmu agama.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِيْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ. فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ.

Dari Anas bin Malik ia berkata: “Dahulu ada dua orang bersaudara pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Seorang dari mereka senantiasa mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam (untuk menuntut ilmu), sedangkan yang satunya sibuk bekerja. Orang yang bekerja itu mengeluhkan saudaranya itu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda: “Semoga engkau mendapatkan rezeki karena sebab dirinya.” (Hadis sahih riwayat at-Tirmidzi).

IMG-20150528-WA0048

Continue reading

Advertisements

T a w a k a l

~ Kajian Kitab Tazkiyatun Nufus karya Dr. Ahmad Farid, oleh Ust Muhammad Sulhan  (di Masjid ICC Dammam, Jumat, 15 Dzulhijjah 1435)

Seringkali kita mendengar kata tawakkul atau tawakal (dalam bahasa Indonesia). Tawakal (sesuai syar’i) adalah bersandarnya hati dg tukus kepada allah dalam rangka mendapatkan kemaslahatan atau menolakk kemudharatan, baik dlm urusan dunia ataupun akherat. Tawakkal yg benar mengambil sebab, atau sikap tawakal dilakukan setalah adanya usaha. Adapun tawaakal (waa dipanjangkan) yg tdk syar’i bersandar tanpa melakukan sebab (usaha). Hal ini sebagaimana kisah seorang sahabat yg akan meninggalkan untanya, tanpa diikat kemudian bertawaakal. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk mengikatnya kemudian baru bertawakkal. Contoh yang lainnya, jika seseorang bertawakkal dg kelaparannya, maka dia berusaha dulu dengan makan dan minum. Sebaliknya yang tidak berusaha kemudian menyandarkan urusanya kpd Allah, maka ini bukan maksud tawakkal yg syar’i.

Continue reading