DI ANTARA KEUTAMAAN MENYAYANGI ANAK YATIM

Di masyarakat sekitar terkadang kita mendapati beberapa anak yatim, yaitu seorang anak belum baligh yang ditinggal wafat ayahnya. Berkaitan dengan hal satu ini, kepedulian Islam dan kaum muslimin terhadap mereka sangat luar biasa. Hal tersebut tampak pada beberapa ayat dan hadis yang menjelaskan tentang mereka. Sebagaimana kita dapati di banyak tempat di Indonesia panti asuhan untuk mengayomi dan mendidik mereka. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas orang-orang yang peduli dengan anak yatim dengan balasan yang lebih baik di akhirat kelak.

Berkaitan dengan anak yatim, ada sebuah hadis dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukan faedah besar bagi orang yang perhatian dengannya. Yaitu, mengusap kepala anak yatim dapat melembutkan hati orang yang melakukannya.

Berikut akan disampaikan dua buah hadis yang menjelaskan keutamaan amalan yang satu ini. Ditambah dengan sebuah hadis yang menunjukkan kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada anak yatim. Adapun beberapa keutamaan lainnya semoga dimudahkan untuk membahasnya di lain waktu.

abuwais3

Continue reading

Advertisements

Sayang Anak

APAKAH termasuk sayang anak menuruti segala permintaan sang anak? Jawabnya, tentu tidak. Alasannya simpel, karena tidak semua permintaan anak itu baik, bisa jadi dari sisi agama maupun sisi dunia.

Disinilah terkadang keimanan orang tua diuji. Disatu sisi terkadang orang tua kasihan bila permintaan anak tidak dituruti, apalagi ketika ia cemberut atau menangis. Di sisi yang lainnya, permintaan sang anak memang tidak baik.

Di sinilah ketegasan diperlukan. Tegas bukan berarti keras. Namun tegas adalah berpegang teguh dengan prinsip Islam yang telah dipelajari. Dan di dalam Islam terkadang dibutuhkan ketegasan, sebagaimana pula terkadang diperlukan kelembutan. Masing-masing situasi dan kondisi bisa berbeda cara menghadapinya. Maka itu, orang tua wajib membekali diri dengan ilmu agama, agar sikapnya terhadap anak benar-benar lurus dan sesuai tuntunan. Jika yang rajin mendalami agama saja masih bisa salah. Lantas, bagaimana dengan yang tidak mempelajarinya?! Sementara ilmu itu harus ada sebelum berkata dan berbuat. Semoga senantiasa dimudahkan menuntut ilmu agama dan mengamalkannya. Aamiin.[]