KEUTAMAAN MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di antara cabang keimanan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Beliau menuturkan bahwa amalan ringan tersebut merupakan cabang keimanan yang paling rendah. Perhatikan riwayat berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِيْـمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيْـمَانِ.

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.” (HR. al-Bukhari & Muslim).

abuwaiz2

Continue reading

Kunci-kunci Rizki

“…10 (Sepuluh) KUNCI-KUNCI RIZKI yang dikhabarkan kepada kita oleh Alloh SWT dan Rosul-Nya…:”

1. ISTIGHFAR DAN TAUBAT.

Nabi Nuh AS. berkata kepada kaumnya : “Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Robb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai”.
(QS. Nuh : 10-12)

2. TAQWA.

Fiman Alloh SWT : “Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh SWT, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

Tahu

Continue reading

Mukadimah “Hisnul Muslim min Adzkaril Kitab wal Sunnah”

Oleh Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari

Buku ini merupakan karya seorang ulama dari kota Abha, Dr. Said Ali Wahf Al-Qahthani. Buku saku ini sangat bermanfaat, berisi kumpulan doa dalam al-Quran dan al-Hadits. Meskipun di dalamnya didapati beberapa hadits yang dhaif, tetapi tidak mengurangi keagungan buku ini. Buku ini dimulai dengan bacaan waktu bangun tidur sampai dengan bab 129. Buku kecil tetapi isinya padat ini, harganya pun sangat terjangkau, hanya 1 Reyal Saudi, sebagaimana juga tercantum dalam web penulisnya http://www.binwahf.com, buku ini telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dunia dan sudah dicetak berulang kali, sehingga manfaatnya merata bagi kaum muslimin.

Hisnul-Muslim

Buku ini sebenarnya diambil (ringkasan) dari buku karangan penulis, Dr. Said, yang terdiri dari 4 jilid, dengan 1500-an halaman, “Ad Dzikr wal Du’a wal ‘Ilaj bir Ruqo minal Kitab wal Sunnah.” Ringkasan ini meniadakan takhrij hadits di buku asli beliau, sehingga menjadi buku kecil yang ringkas “Hisnul Muslim” ini.

Hisnul Muslim ini juga telah di-syarh (buku penjelasan) oleh Majdi Abdul Wahab Ahmad, dalam syarh kitab tersebut diberi tahqiq keshahihan hadits dan juga diberi komentar oleh penulis sendiri, Dr Said. Selain itu, terdapat Tuhfathul Muslim, Syarh Hisnul Muslim, karya Hani al-Hassy dan Usamah Abdul Fattah, dalam kitab sryah ini, diberikan faedah berkaitan dengan dzikir dan doa yang tertera dalam Hisnul Muslim tersebut. Dalam syarh ini juga dijelaskan periwayat hadits.

Adapun penulis Hisnul Muslim, Dr. Said Ali Wahf Al-Qahthani, dilahirkan di desa ‘Urain, timur kota Abha, termasuk wilayah Selatan Arab Saudi. Beliau lahir pada tahun 1372 H, sampai saat ini beliau hafizahullah, masih hidup dan mengisi pengajian dan banyak menulis. Beliau juga meneladani para nabi, dengan mengembalakan kambing, dan memulai sekolah pada 15 tahun. Pada tahun 1400 H, beliau lulus Tsanawiyah Malik Abdul Aziz Riyadh, setelah itu melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Malik Muhammad bin Su’ud, di fakultas Ushuluddin. Beliau kemudian melanjutkan studi S-2 dalam Qismul ‘Aam. Karya tesis S-2 beliau berjudul Al-Hikmah fi Dakwati Ila Allah, sempat dicetak menjadi buku. Kemudian lulus dengan predikat summa cumlaude (mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula) utuk Studi S-3 pada tahun 1419 H, dengan disertasi “Fikih Dakwah fi Shahih Imam al-Bukhari” yang juga telah dicetak menjadi buku.

Dr Said pernah duduk menimba ilmu kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, kurang lebih 20 tahun, sejak 1400 hingga Syaik Ibn Baaz meninggal dunia, tahun 1420 H. Karya Dr Said tercatat lebih dari 100 buku, selain tesis dan disertasi beliau, seperti Arkanul Islam yang terdiri dari beberapa jilid. Beberapa karya beliau ditulis dalam risalah-risalah kecil yang dicetak dalam buku-buku saku yang banyak tersebar di Arab Saudi. Karya-karya beliau tersebut dapat diunduh di situs resmi beliau. Biografi beliau juga dijelaskan lebih detail di situs beliau http://www.binwahf.com. [sebagaimana yang didengar langsung, tanda diedit, Jum’at, 27 Shafar 1436].

Dengarkan rekaman audionya di sini.

Nikmatnya Keamanan

~ Terjemah Khutbah Jumat, di ICC Dammam, 14 Muharram 1436, oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari, MA. ~

Bada tahmid wa shalawat, dua hal yang disampaikan oleh khatib Jumat ini adalah nikmat keamanan dan fitnah kelompok sesat (Khawarij).

Nikmat Allah yang begitu banyak yg tidak berbilang, di antaranya nikmatnya hidup aman. Nikmat ini tidak bisa dipisahkan dengan kesempurnaan agama Islam. Karena syiar Islam tidak dapat dilakukan kecuali tidak ada jaminan keamanan. Ayat ke-55 dari surah an-Nuur mengabarkan ttg kekuasaan yang diberikan kpd kaum muslimin dengan syarat beriman, beramal sholeh, dan tidak menyekutukan Allah dalam beribadah, sebagaimana umat terdahulu.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selama 10 tahun dalam keadaan ketakutan, berdakwah secara sembunyi-sembunyi sehinga hijrah ke Madinah. Di Madinah pun awalnya masih dalam ketakutan dengan selalu membawa senjata, sehingga seorang bertanya tetang kapan kaum muslimin merasa aman. Rasulullah menjawab tidaklah lama kecuali sesaat, kemudian turunlah ayat 55 surah an-Nuur di atas.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada seorang sahabatAli bin Hatim, beliau menanyakan apakah engkau mengetahui al-hirah (suatu kota di Irak)? Sahabat tsb menjawab tidak mengetahuinya tetapi penah mendengarnya. Kemudian Rasulullah menjawab dengan berumpah “demi jiwaku di tangan Allah, sungguh Allah akan menyempurnakan urusan ini sampai2 seorang wanita melaukuan thowaf tanpa ditemani seorang pun, dan sungguh kerajaan Kisra dan Hurmus benar2 ditaklkukkan. Dan sungguh harta ini akan diberikan danmelimpah sampai tdk seorangpun tidak menerimanya (karena merasa tercukupi).

Ali bin Hatim, melihat dari perkataan Rasulullah tsb telah terjadi, kemudian beliau mengatkaan aku juga termasuk yg ikut menaklukkan kerjaan Kisra dan Hurmus, demi jiwaku di tangan Allah, adapun yg ketiga akan terjadi (karena perkataan nabi adalah benar). Dan hal ketiga menjadi nyata terjadi di jaman khalifah Umar bin Abdil Aziz.

Allah telah memberikan nikmat aman kpd jazirah Arab, sebagaima dalam surat al ankabut ayat 67, tentang keamanan negeri tanah suci sebagai negeri aman, sementara manusia di sekitar mereka saling merampas, satu sama lainnya saling membunuh.

Di tengah keamanan yg dirasakan di negeri Haromain, terdapat sebagian orang2 yg menyimpang dg paham al-khawarij, mereka yg tidak mau taat kepada penguasa (ulil amri). Fitnah seperti ini terus ada dari masa ke masa, membuat kekacauan keamanan di tegah kaum muslimin, padahal kita berkewajiban menjaga keamanannya agar terus ditegakkan ibadah kepada Allah.

Rasulullah bersbada bawah seorsng muslim wajib mendengar dan taat kpd penguasa, baik yang dia sukai atau dibencinya, kecuali jika diperintahkan melakukan kemaksiatan, maka tidak ada ketaatan kpdanya.

Bahaya Fitnah Khawarij
Sifat khawarij di antaranya adalah orang2 muda yg pemikiran2nya belum matang, sehingga tidak mendlam pemahamannya atas alquran dan as sunnah, mereka keluar dari Islam seperti anak panah yg keluar dari busurnya, keluar dengan cepat dan tidak kembali lagi ke tempatnya semula.

Padhal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat menjaga tertumpahnya darah seorang muslim. Bahkan, dalam sebuah hadits, sungguh hilangnya dunia seluruhnya, itu lebih ringan bagi Allah daripada terbunuhnya seorsng muslim saja. Orang2 yg membunuh muslimin dg sengaja, diaancam dimasukkan ke neraka dan laknat Allah atas mereka yg berbat keji tsb.

Alah berfirman dalam surah al-Anfal 24-25, berupa seruan kepada kaum mukminin untuk memunhi seruan Allah dan Rasulnya, jika diseru utk kehidupan. Dan Alah emngingatkan atas takut kpd fitnah, yg dapat menimpah bukan hanya kpd yg berbuat dzalim saja, tetapi kepada keseluruhan umat manusia.

Bahwasannya Rasulullah memberikan wasiat “aku wasiatkan kpd kalian utk senantiasa kpd Allah dan senantiasa taat dan mendengar kpd pemimpin, meskipun dari seorang hamba sahaya. Akan tampak perselisihan, maka hendaknya berpegang kepada sunnahku dan khulafaur rasyidin, genggamlah dg gigi geraham kalian, dan berhati2lah dg perkara2 yg baru.” (aw kaamaa qola rasulkualkah fi haditsihi).

[sebagaimana yang didengar, tanpa edit]

Serba Serbi Seputar Bulan al-Muharram

Begitu indah keputusan Allah subhanahu wa ta’ala ketika menjadikan sebagian makhluk lebih mulia dari pada makhluk lainnya. Sebagaimana Dia menjadikan suatu tempat lebih mulia dari tempat lainnya. Masjidil haram, masjid Nabawi, dan masjidil Aqsa adalah bukti nyata dari pernyataan tersebut. Selain itu, alangkah eloknya kehendak Allah tatkala memutuskan bulan tertentu lebih utama dibanding bulan lainnya. Bulan Ramadhan, Syawal, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah merupakan contoh nyatanya. Dan tak ketinggalan bulan al-Muharrom, yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah, demikian pula di tengah-tengah kita kaum muslimin.

lampumekkah

Continue reading