Yang Manakah Tangan Kita?

Ulama menyimpulkan bahwa:

الأَيْدِيْ أَرْبِعٌ: فَأَعْلاَهَا الْمُنْفِقَةُ فِي سَبِيْلِ اللهِ مِنْ غَيْرِ مَنٍّ وَلاَ أَذًى، ثُمَّ الْمُتَعَفِّفَةُ عَنِ اْلأَخْذِ وَلَوْ كَانَتْ مُحْتَاجَةً، ثُمَّ اْلآخِذَةُ بِغَيْرِ سُؤَالٍ وَلاَ اسْتِشْرَافٍ، وَأَدْنَاهَا السَّائِلَةُ.

IMG_20151119_222719

Continue reading

Menyekutuan Allah dengan Berhala Patung

Kajian Kitab al-Qoulil Mufiid ala Kitabut Tauhid, krya Syaikh Sholih al-Utsaimin, oleh Ust Muhammad Sulhan Jauhari, di ICC Dammam, jam 1.00 siang

Ayat ke-1
“Apakah mereka melakukan kemusyrikan dengan apa yg tidak menciptakan suatu apapun dan mereka diciptakan. Dan mereka tidak mampu memberikan pertolongan.” (Surah al-Araf, ayat 191 dan 192).

Dua ayat di atas berkàitan erat dengan sesembahan selain Allah dan pertanyaan dalam ayat di atas merupakan celaan untuk mereka yg menciptkaan patung berhala kemudian mereka sembah. Padhal patung-patung yang diibadahi tsb adalah makhluk buatan yang sangat lemah, sedangkan Allah Khaliq, awalnya tidak diawali ketiadaaan dan tidak berakhir. Pada ayat kedua ditunjukkan bahwa patung sesembahan tersebut sama sekali tdk mampu memberikan pertolongan sama sekali, bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri, sebagaimaan kisah patung yang dihancurkan Nabi Ibrahim alaihis salaam.

bakar Continue reading