KEUTAMAAN MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di antara cabang keimanan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Beliau menuturkan bahwa amalan ringan tersebut merupakan cabang keimanan yang paling rendah. Perhatikan riwayat berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِيْـمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيْـمَانِ.

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.” (HR. al-Bukhari & Muslim).

abuwaiz2

Continue reading

6 Perkara Penyebab Masuk Surga

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan beberapa amalan yang menjadi sebab masuk surga dengan izin Allah ta’ala. Di antara amalan tersebut ialah enam perkara yang beliau sampaikan pada hadis berikut:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِضْمَنُوا لِيْ سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنُ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اُصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوْا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوْا إِذَا ائْتُمِتْنُمْ ،وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ وَغَضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ.

Dari Ubadah bin ash-Shamit bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jaminlah enam perkara dari kalian untukku niscaya aku jamin bagi kalian surga: Jujurlah apabila kalian berbicara, tepatilah (janji) apabila kalian berjanji, tunaikanlah (amanat) apabila kalian diberi amanat, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian dan jagalah tangan-tangan kalian.” (Hadis sahih li ghairihi riwayat Ahmad & Ibnu Hibban).

20151023_180524

Continue reading

S A B A R

Kajian Tazkiyatun Nufus dari kitab karya Dr. Ahmad Farid, oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari, hafizahullah, di Islamic Cultural Center Dammam (Jum’at, 24 Dzulqadah 1435) 

Secara bahasa sabar adalah المنع والحبس , mencegah dan menahan. Secara istilah sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota tubuh dari merobek kain, menampar pipi (sebagai pelampiasan di jaman dulu) dan sejenisnya.

Dalam ayat Al-Anfal ayat 47, Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

Ayat di atas menunjukkan kebersamaan Allah yang khusus, yaitu bersama orang-orang yang sabar. Sedangkan kebersamaan Allah yang umum bersama kesluruhan makhlukNya dengan ilmuNya; bahwa Allah maha mendengar, maha melihat, mengetahui, dst.

Di surah Ali Imran ayat ke-3, Allah Subhanallahu wa Ta’ala juga menunjukkan kelebihan orang bersabar:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Allah mencintai orang-orang yang bersabar.” (Q.S ali-‘Imran :146)

Maka tidaklah mengherankan jika ada yang membagi keimanan seorang hamba ada dua; sabar dan syukur. Bersabar atas musibah yang menimpanya dan bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepadanya. Continue reading

Husnul Khuluq

Suatu amalan yang dengannya dapat membuat manusia dimasukkan dalam surga adalah taqwa dan husnul khuluq.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam praktek hidup sehari-hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan nyata dalam berakhlak yang baik. ِAllah Ta’ala telah memujinya dalam firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul-betul di atas akhlak yang agung.” [QS. Al-Qalam (68): 4] Continue reading