MEMBENAHI AKHLAK

Tidak mudah membimbing diri untuk menjadi pemilik akhlak mulia. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk merubah diri menjadi baik dengan akhlak mulia. Berikut ini beberapa kiat yang ditawarkan ulama untuk menggapai akhlak mulia. Mari kita perhatikan dan amalkan. Semoga dimudahkan.

AoUaqbwLyIXVCfT_ebhr8vdLPqivkO_EgNejbQhJNvTH

Continue reading

Muhasabah Nafs

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab kelak pada hari kiamat”.

Perkataan Umar bin Khottob di atas, menariknya, diterjemahkan oleh ustadz hari ini bukan hanya evaluasi untuk amal akherat, tetapi juga tentang kinerja, etos kerja, usaha kita di dunia.

Muhasabah nafs (evaluasi diri) ini juga terbagi menjadi dua: qobla al-‘amal wa ba’dahu (sebelum beramal dan setelah beramal). Evaluasi qobla al-‘amal di antaranya degan berdiam (waqf). Al-Hasan Al-Bashri –rahimahullahu– mengatakan “semoga Allah merahmati hamba yang berdiam sebelum mengerjakan amal, jika ikhlas lillahi ta’ala, maka disegerakan amalan tersebut, jika untuk selainNya, maka diurungkan.” Contoh dalam kehidupan, banyak sekali praktek dari muhasabah qobal al-‘amal ini.

Adapun muhasabah ba’da al-‘amal, yaitu dengan mengevaluasi diri dengan amal ketaatan yang telah dilakukan; bagaimana puasa Ramadhan yang telah berlalu, ngaji qur`annya, doanya, bakti ke orang tuanya, dst. Termasuk mengevaluasi diri dengan perbuatan-perbuatan mubah (yang dibolehkan) yang telah dikerjakannya, dengan menimbang besar kecil manfaatnya, jika lebih sedikit faedahnya, maka ditinggalkan dikemudian hari, dst.

~ disarikan dari Kajian Tazkiyatun Nafs hari Jum’at, 10 Dzulqadah 1435 oleh Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, mulai jam 09.00 – 10.00 pagi, di Islamic Cultural Center Dammam, KSA ~