MEMBENAHI AKHLAK

Tidak mudah membimbing diri untuk menjadi pemilik akhlak mulia. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk merubah diri menjadi baik dengan akhlak mulia. Berikut ini beberapa kiat yang ditawarkan ulama untuk menggapai akhlak mulia. Mari kita perhatikan dan amalkan. Semoga dimudahkan.

AoUaqbwLyIXVCfT_ebhr8vdLPqivkO_EgNejbQhJNvTH

Continue reading

Advertisements

Yang Manakah Tangan Kita?

Ulama menyimpulkan bahwa:

الأَيْدِيْ أَرْبِعٌ: فَأَعْلاَهَا الْمُنْفِقَةُ فِي سَبِيْلِ اللهِ مِنْ غَيْرِ مَنٍّ وَلاَ أَذًى، ثُمَّ الْمُتَعَفِّفَةُ عَنِ اْلأَخْذِ وَلَوْ كَانَتْ مُحْتَاجَةً، ثُمَّ اْلآخِذَةُ بِغَيْرِ سُؤَالٍ وَلاَ اسْتِشْرَافٍ، وَأَدْنَاهَا السَّائِلَةُ.

IMG_20151119_222719

Continue reading

Serba Serbi Seputar Bulan al-Muharram

Begitu indah keputusan Allah subhanahu wa ta’ala ketika menjadikan sebagian makhluk lebih mulia dari pada makhluk lainnya. Sebagaimana Dia menjadikan suatu tempat lebih mulia dari tempat lainnya. Masjidil haram, masjid Nabawi, dan masjidil Aqsa adalah bukti nyata dari pernyataan tersebut. Selain itu, alangkah eloknya kehendak Allah tatkala memutuskan bulan tertentu lebih utama dibanding bulan lainnya. Bulan Ramadhan, Syawal, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah merupakan contoh nyatanya. Dan tak ketinggalan bulan al-Muharrom, yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah, demikian pula di tengah-tengah kita kaum muslimin.

lampumekkah

Continue reading

Fikih Praktis Puasa Asyuro

Di bulan al-Muharrom, ada sebuah ibadah yang begitu mulia, yang telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu utama setelah ibadah di bulan Ramadhan, yaitu puasa pada hari Asyuro.

KAPAN HARI ASYURO ITU?

Ulama menjelaskan bahwa hari Asyuro adalah sebuah hari pada bulan al-Muharrom, yakni hari ke sepuluh dari bulan tersebut. Ini merupakan pendapat mayoritas para sahabat, tabi’in, dan ulama setelahnya.

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berpendapat bahwa hari Asyuro adalah hari kesembilannya. Namun hal ini diluruskan oleh al-Baihaqi rahimahullah bahwa yang dimaksud oleh Ibnu Abbas adalah puasanya, yakni pada tanggal kesembilan dengan ditambah hari kesepuluhnya. (Asyuro, Syaikh Ali al-Halabi, hal. 12)

iccdammam

Continue reading