Renungan Sebelum Merayakan Tahun Baru

☆ 1. Dalam penelitian sejarah, ternyata perayaan tahun baru pertama kali dilakukan oleh Julius Caesar tahun 45 atau 46 SM (sblm masehi), setelah dia diangkat menjadi Kaisar bangsa Romawi.

☆ 2. Di dalam Islam, hari raya tahunan hanya ada dua: idul fitri dan idul adha.

☆ 3. Islam melarang pemeluknya mengikuti non muslim dari kalangan yahudi, nasoro, majusi, dll. dalam hal pakaian, perayaan, dll.

DSC_0057

 

☆ 4. Orang di belahan eropa dari kalangan nasoro, yahudi, majusi dll. merayakan tahun baru dengan berbagai macam kegiatan, di antaranya:
– meniup terompet (kebiasaan yahudi)
– memukul lonceng (kebiasaan nasoro)
– menyalakan kembang api (api simbol majusi dan tuhan mereka)
– minum minuma nkeras
– keluar rumah memenuhi jalanan, halaman, pantai
dll.

☆ 5. Beberapa kemungkaran pada perayaan tahun baru:
– meninggalkan sholat, khususnya sholat subuh
– begadang tanpa ada manfaat
– mengganggu orang lain
– minum-minuman keras, ganja, dll.
– zina mata, telinga, tangan, kaki, hati bahkan zina sesungguhnya
– campur baur laki-laki dan wanita
– mengumbar nafsu syahwat
– dll.

☆ 6. Jika perayaan tersebut baik, niscaya telah dijelaskan di dalam Islam. Namun realitanya perayaan tsb bukan dari Islam.

☆ 7. Merayakan tahun baru berarti mengikuti kebiasaan non muslim yang merupakan musuh Allah.

☆ 8. Jika masih merayakannya, apa faedah dari membaca al-fatihah yang di dalamnya terdapat doa memohon petunjuk kepada jalan yang lurus, “yaitu jalan orang yang diberi kenikmatan (kaum muslimin), bukan jalannya orang yang dimurkai (yahudi), dan bukan orang yang sesat (nasoro).” Apa faedah doa tanpa usaha?

☆ 9. “Amalan tergantung akhirnya”. Kematian bisa datang kapan saja, hendaknya kita khawatir bila ikut merayakan tahun baru, ternyata Malakul Maut datang menghampiri kita di jalanan, mati dalam keadaan melakukan tradisi non muslim, ikut merayakan hari istimewa musuh-musuh Allah, mati dalam keadaan su’ul khotimah. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

☆ 10. Hendaknya hari-hari yang ada sepanjang tahun diisi dengan kebaikan, bukan dengan kemungkaran dan kemaksiatan. Ingat, “ada dua nikmat yang banyak
dilalaikan manusia: nikmat sehat dan waktu luang.”

☆ 11. Sudahkah kita masuk ke dalam Islam secara kaaffah?!

Sekedar nasihat yang bisa ditolak atau diterima. Namun masing-masing ada konsekuensinya.

Semoga Allah merahmati siapa saja yang mengambil manfaat dari ucapan yang baik dan mengamalkannya. Semoga bermanfaat. Aamiin.

✅ Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA
📅 [ 18/03/1437 H ]
==============================
Berlangganan Tulisan:
🔹 Via WhatsApp +966556288679
🔹 Via Telegram @iccdammamksa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s