Muslim dan Tahun Baru

[Bagian ke-3 dari 3 tulisan]

Di antara kemungkaran dan keburukan pada malam tahun baru:

[4]. Bercampurbaurnya antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath)

Untuk ikut meramaikan perayaan tahun baru, tak sedikit dari kalangan muda-mudi –bahkan mayoritas yang merayakannya adalah seumuran mereka- keluar rumah untuk jalan bareng dengan pacar masing-masing. Padahal jelas, budaya berpacaran bukanlah dari Islam. Begitu banyak penyelisihan terhadap agama yang dilakukan oleh mereka yang berpacaran. Bermuka dua, sok manis, setia dan manja di depan pacar, zina mata, zina telinga, zina hati, zina tangan, zina kaki, bahkan lebih dari itu begitu banyak muda-mudi sekarang berani ini melakukan perzinaan sesungguhnya. Wa na’udzu billah min dzalik.

terompet

[5]. Suara lagu dan alat musik (jampi-jampi setan) yang diharamkan

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِيْنٌ. وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آَيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِيْ أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ

Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka berilah kabar gembira dia dengan azab yang pedih. (QS. Lukman: 6)

Al-Wahidi dan mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa lahwal-hadits (perkataan tidak berguna) pada ayat di atas adalah lagu. Ini merupakan penafsiran Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma. Demikian pula Mujahid dan Ikrimah rahimahumallah.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Demi Allah yang tiada sesembahan selain-Nya, maksudnya adalah lagu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

Sungguh akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, arak, dan alat-alat musik. (HR. al-Bukhari)

[6]. Minum-minuman keras, ganja, rokok, dll.

Coba lihat, ada yang mojok dengan membawa bungkusan yang tidak jelas, ternyata setelah dibuka isinya wiski, topi miring, dan minuman beralkohol lainnya. Lihat pula di sisi yang lain, tak sedikit yang nyimeng, nge-ganja, atau sekedar menyedot asap yang penuh dengan derita. Rokok adalah barometer terkecilnya, lantas bagaimana dengan barang perusak lainnya.

Ketahuilah, baik kaum muslimin maupun orang-orang kafir, telah bersepakat bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan. Rokok mengandung banyak zat racun, bisa menyebabkan impoten, merusak janin, dan sederet penyakit lainnya. Bahkan di setiap bungkusnya tertera peringatan tersebut. Namun anehnya, mengapa mereka yang masih merokok tidak mengindahkan peringatan tersebut? Tidak pula memperhatikan lingkungan sekitarnya yang ingin menghirup segarnya udara?

Egois atau menuruti hawa nafsu, itulah jawabannya. Secerdas dan sepintar apapun dia, maka tetap para perokok adalah orang yang paling egois sedunia. Di angkot, di halte, di pasar, di toilet, di jalan umum, di masjid, di kantor, di sekolah di sawah, di pantai, di gunung, di tempat rekreasi, di taman kota, di ladang, di warteg, di warung kopi, di bengkel, di pos satpam, di perguruan tinggi, di kantin, dan di mana saja, sifat egois itu akan muncul. Perlu bukti? Bisa kita saksikan bersama, meskipun hanya sendiri, pasti ia tidak malu, pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu atau cuek bebek, dengan pede-nya ia mengeluarkan tengwe (linteng dewe) dan menghisapnya tanpa peduli kanan kiri. Kalau bukan egois, entah mau disebut apa sikap yang satu ini.

[7]. Mengumbar nafsu syahwat

Disadari atau tidak oleh para wanita bahwa pada malam itu mereka telah mempertontonkan bentuk dan lekukan tubuh kepada siapa saja yang ingin melihatnya. Berbagai macam dan jenis pakaian dikenakan pada malam itu. Berwarna-warni, berbagai macam model, dan yang pasti dengan sedikit atau banyak menampakkan aurat yang dapat menggiurkan mata lelaki yang melihatnya. Belum lagi ditambah kerasnya harum parfum dari baju mereka. Entah, berapa puluh lelaki yang berdosa oleh sebab dirinya. Berapa ratus muslim taat tidak khusyuk salat karena mengingat mereka. Semoga Allah memberi petunjuk para wanita kaum muslimin agar lebih menghargai diri, sehingga Allah pun menghargai mereka pula.

Saudaraku muslimah, sudikah dirimu bila dijuluki oleh Nabimu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai calon penghuni neraka? Beliau bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: … وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا

Dua calon penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya: … dan (kedua) wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang, berjalan dengan sombong sambil melenggak-lenggokkan pundaknya, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium wanginya. (HR. Muslim)

Sudikah dirimu disebut Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai wanita pezina? Beliau bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اِسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلىَ قَوْمٍ لِيَجِدُوْا مِنْ رِيْحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Wanita mana saja yang memakai minyak wangi lalu melalui suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka ia adalah wanita pezina. (Hadis hasan riwayat an-Nasa’i, Abu Dawud dll.)

Tanggalkan dan tinggalkanlah pakaian yang tidak menutup sempurna auratmu itu. Gantilah dengan pakaian Islami yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Agar semakin bersih hati kaum lelaki dan lebih khusyuk dalam ibadah mereka. Perhatikanlah beberapa syarat pakaian syar’i bagi wanita berikut:

1. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Bila mengenakan cadar maka itu lebih baik lagi.
2. Bukan berupa pakaian perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis transparan.
4. Longgar dan tidak sempit.
5. Tidak diberi wewangian.
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
7. Tidak menyerupai pakaian wanita non muslimah.
8. Dan bukan merupakan pakaian ketenaran.

Bila pakaianmu telah memenuhi persyaratan di atas, maka semoga Allah senantiasa meluapkan rahmat-Nya kepadamu.

○ KESIMPULAN

1. Dalam Islam hari raya tahunan hanya ada dua: Idul Fitri dan Idul Adha.
2. Perayaan-perayaan hari tertentu seperti ulang tahun dan tahun baru bukanlah dari Islam.
3. Perayaan tahun baru mencakup banyak kemungkaran dan kemaksiatan.
4. Larangan ikut merayakan tahun baru.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk berada di jalan yang benar. Aamiin.

[ Edisi Muroja’ah ]

✅ Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA
📅 [ 16/03/1437 H ]
=============================
Berlangganan Tulisan:
🔹 Via WhatsApp +966556288679
🔹 Via Telegram @iccdammamksa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s