..::: T A U B A T :::..

Kajian Kitab Tazkiyatun Nufus karya Dr Ahmad Farid, oleh Ust Muhammad Sulhan Jauhari di Masjid ICC Dammam (mulai jam 9.30 am)

Taubat merupakan salah satu bentuk ibadah, jika banyak amalan yang dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, maka dengan taubat dapat menghapuskan dosa besar. Taubat dari dosa-dosa dengan kembali kepada Yang Maha Menutupi aib, Maha Mengetahui hal-hal ghaib. Keberadaan taubat merupakan awal keadaan, di tengah, maupun di akhir. Maka, senantiasa manusia harus selalu bertaubat tidak berhenti satu kali di awal saja.

Allah berfirman: “Dan bertaubatlah kalian semua, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian mendapatkan kemenangan.” (QS. An Nuur 31). Dalam surat al-Hujurat ayat 11: “Dan barangsiapa yang tidak bettaubat maka mereka orang-orang yang dzalim.”

Dari ayat terakhir di atas, manusia dapat dibagi menjadi dua golongan: yang bertaubat dan yang berbuat dzalim, dan tidak ada golongan yang ketiga. Kelompok orang yag dzalim mereka yang tidak bertaubat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam yang telah diampuni dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, dijanjikan surga, masih saja bertaubat, beliau bersabda: “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, maka demi Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Alah dalam sehari lebih dari 70 kali.”

Syarat Taubat
Banyak ualma membahasa syarat taubat, satu sama lain mempunyai perincian, di antaranya jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan haq Allah Subahanallahu wa Ta’ala, seperti melakukan kemaksiatan di kesendirian tanpa dilihat orang lain, meninggalkan shalat, tidak menunaikan zakat, dst. Maka syarat taubat untuk perbuatan ini adalah menyesali perbuatan tersebut, meninggalkan perbuatan tersebut, dan berjanji tidak melakukannya lagi.

Inilah tiga syarat taubat: penyesalan (an-nadam), meninggalkan (al-‘iqla), dan bersungguh-sungguh tidak mengulanginya lagi (al-‘azam ‘ala ‘adami al-‘audah). Adapun yang berkaitan dengan hak manusia, maka ditambah dengan meminta halal kepada orang yang didzalimi sehingga tidak ada lagi hak yang terdzalimi. Jika berkaitan hutang, maka harus mengembalikannya, dst.

Dalam hadits riwayat al-Bukhari: “Barang siapa yang memiliki kedzaliman kepada saudaranya, baik yg berupa harta atau kehormatan, maka hendaknya menghalalkan hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak dibaysrkan kecuali dengan kebaikan dan keburukan.” Hadits ini menunjukkan kedzaliman yang tidak diselesaikan di dunia akan tetap dituntut di hari kiamat dengan bayaran amalan kebaikan dan keburukan. Jika amal baiknya sudah dibayarkan kepada yang didzalimi selama di dunia, maka keburukan orang yang didzalimi akan ditimpakan kepada orang yang berbuat dzalim, sampai tuntas.

Adapun bertaubat dari dosa ghibah (membicarkan orang lain), para ulama terbagi bebrapa pendapat dalam hal ini. Madzhab Abu Hanifah, mengharuskan mengumumkan taubatnya bahwa dia pernah menggibahi orang yg dimaksud. Adapun pendapat yg lainnya, mencukupkandengna bertaubat kepada Allah dan mengugkapkan kebaikan orang yg dighibahi. Ini pendapat yang diambil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Adapun taubat dari mencuri harta orang lain, maka diharuskan mengembalikannya kepada pemilik awalnya. Jika pemilik harta yg pernah dicuri tsb tidak ditemukan atau sudah meninggal dunia, maka harta hasil pencurian tsb disedekahkan untuk mashlahat umum. Sementara kelak di akhirat, urusannya akan tetap dilanjutkan, apakah pemilik harta tersebut merelakan harta yg dicurinya tersebut direlakan sehingga pahala sedekahnya baginya, atau dia tidak ridha maka dia berhak mengambil kebaikan pencuri tersebut sesuai dg nilai yang dicurinya. Hal ini sebagaimana riwayat Ibn Mas’ud tentang pembelian budak yang ternyata masih ada hak harta penjualnya, ketika tidak mungkin dikembalikan kepada pemilik hartanya, maka disedekahkan atas nama pemilik harta tersebut.[]

simak rekaman audionya di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s