Hiburan Bagi Kaum yang Lemah

~ Kajian Riyadhus Shalihin, Bab Fadhilah Kelemahan Muslimin, Kaum Fakir, dan Kaum Lemah, di Islamic Cultural Center Dammam, mulai jam 3.00 pm

Bab ini merupakan hiburan bagi orang yang ditakdirkan Allah lemah badannya, lemah akalnya, atau juga lemah (sedikit) dalam hartanya atau juga yang lemah (kurang) wibawa dan yang semisal yang banyak orang dalam keadaan seperti ini. Dan Allah telah menjadikan sebagian yang lemah di hadapan manusia tetapi kuat di sisi Allah, mencintai Allah dan Allah memuliakannya, memberikan kedudukan yang tinggi.

Allah berfirman: “Dan bersabarlah kamu (wahai Muhammad)bersama orang2 yg menyeru Rabb mereka pagi dan sore hari mengharapkan wajahNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.” (Al-Kahfi: 28).

Ayat di atas memerintahkan untuk memperbanyak berdoa, baik doa “masalah” (permintaan) atau doa “ibadah” (segala ibadah yang dilakukan yang di dalamnya terdapat doa). Perintah ini ditujukan kepada yang fakir, maupun yang kaya. Ayat ini juga menujukkan larangan untuk meremehkan kaum fakir. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diperintahkan untuk selalu bersama mereka.

Hadits 1
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang penghuni surga? Yaitu setiap muslim yg lemah tapi jika berdoa atas nama Allah, Allah akan memenuhinya, maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? Yaitu setiap muslim yang kasar, kikir lagi sombong.” (Muttafaqun alaihi).

Hadits ini bentuk hiburan bagi kaum lemah yang tidak dipandang oleh orang lain, tetapi jika berdoa dengan bersumpah atas nama Allah maka Allah akan memenuhinya. Hal ini pernah terjadi Anas bin Nadhr, saudara Ar-Rubai’ binti Nadhr pernah mematahkan gigi seorang wanita Anshar, kemudian perkara tersebut diangkat ke Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah memerintahkan untuk qishas dengan mematahkan gigi Ar-Rubai’. Akan tetapi saudaranya, Anas bin Nadhr memohon dengan bersumpah agar tidak di-qishash bagi saudaranya, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Anas, sesungguhnya Allah telah menetapkan qishash.” Kemudian Anas bin Nadhr mendatangi keluarga korban sehingga cukup dibayar diyat.

Dari kisah tersebut sumpah Anas bukan utk menolak hukum Allah, akan tetapi berusaha semampunya untuk berdamai dengan keluarga korban hingga dimaafkan dan membayar diyat. Maka dimudahkanlah urusannya ketika bersumpah dengan nama Allah.

Faedah hadits
1. Larangan berbuat kasar, bengis, kasar dan sombong.
2. Anjuran untuk tawadhu (rendah hati) di hadapan kaum mukminin.
3. Hendaknya bersabar atas ketentuan Allah, karena ini sebab diijabahnya doaanya oleh Allah.
4. Seseorang tidak dilihat dari kondisinya secara fisik, tetapi hatinya, kualitas amal dan ibadahnya.

Simak audionya di sini 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s