Allah Maha Agung

sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Yang benar,” dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS Saba’: 23)

Ayat di atas berkaitan dengan bab sebelumnya tentang kesyirikan, bahwa ayat ini menunjukkan tidak ada satupun yang berhak menjadi sekutu bagi Allah. Bahkan malaikat, makhluk yang paling dekat dengan Allah saja, memiliki rasa takut, bagaiamana dengan manusia?

Dalam ayat di atas mengunakan kata فزع yang berarti خوف, yaitu rasa takut. Adapun bedanya, kata yang pertama rasa takut yang tiba-tiba.

Makna “al-haqq” dalam ayat di atas (“yang benar”) berarti Allah sumber kebenaran, tidak ada yang disandarkan kepada Allah kecuali kebenaran. Kalimat ini juga mengandung sanjungan kepada Allah Subhanallah wa Ta’ala.

Kalimat terakhir وهو العلي الكبير menunjukkan ketinggian dalam hal sifat, yaitu sifat2 Allah Maha Tinggi dan secara dzat, bahwa Allah DzatNya Maha Tinggi.

Faedah dari ayat 23 surah Saba’, di antaranya:
1. Malaikat memiliki rasa takut. Jika makhluk yang paling dekat kepada Allah seperti malaikat saja merasa takut kepada Allah, apakah manusia tdak seharusnya lebih takut?
2. Malaikat memiliki hati, yang bisa merasakan takut. Adapun bentuk bagaimananya, tidak ada yang tahu kecuali yang dijelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana bentuk malaikat, dapat diketahui dari penjelasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
3. Ayat ini menetapkan bahwa malaikat memiliki badan, berbentuk fisik, bukan sekedar ruh. Sebagaimana dalam surat al-Fathir ayat 1: “Allah menjadikan malaikat sebagai utusan yang miliki ajnihah (sayap).” Dan sebagaimana Rasulullah pernah melihat Jibril memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk (hadits riwayat Bukhari 427/2).
4. Malaikat memiliki akal, karena hati tempatnya akal, meskipun ada perbedaan pendapat ulama tentan hal ini.
5. Penetapan bahwa segala sesuatu berkaitan dengan kehendak Allah, sebagaiman Allah menghilangkan rasa takut dalam hati malaikat.
6. Penetapan bahwa Allah adalah haqq, tanpa keraguan.

Hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallah’anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika Allah menetapkan suatu urusan di langit, maka malaikat mengepakkan sayap2nya tunduk dengan firmanNya, seakan-akan firman Allah bagaikan rantai yang ditarik di atas batu yang lembut, sehingga jika rasa takut dihilangkan rasa takut, (berlanjut dg ayat al-Quran di atas), maka ada yang mencuri berita di langit, mereka syaitan yang mencuri berita tsb sebagian di atas sebagian lainnya. Shufyan (perawi hadits) mengibaratkan mencuri berita di langit tsb bertumpuk2 dengan merenggankan jari telapak tangannya, kemudian menyampaikan kpd syaitan yang di bawahnya, kemudian disampaikan kpd syaitan di bawahnya, sehingga disampaikan terakhir kepada tukang sihir (tukang ramal).

Maksud firman Allah dalam hadits di atas, seperti rantai yang ditarik di atas batu yg halus, bukan berarti menyerupakan, tetapi gambaran rasa takut malaikat. Kemudian hadits tsb mengabarkan bahwa syetan mencuri berita di langit kemudian disampaikan kepada penyembahnya, para kahin (dukun yang meramal kejadian masa depan). Dalam surah al-Jin ayat 9 diceritakan keberadaan jin yang mencuri kabar2 dari langit tersebut, bahwa jin yang mengabarkan berita kepada kahin, terancam lemparan bintang dan mengabarkan banyak kedustaan daripada benarnya.

Faedah hadits
1. Penetapan bahwa Allah Maha Agung
2. Malaikat memiliki rasa takut kpd Allah
3. Penetapan bahwa malaikat memiliki sayap
4. Sifat2 malaikat yang lainnya, berbicara, berakal
5. Allah mengizinkan jin mendengarkan kabar di langit sebagai fitnah bagi manusia.
6. Menunjukkan bahwa jin jumlahnya banyak, bertumpuk2 sebagaimana digambarkan dengan jari yang diregangkan oleh perawi hadits
7. Dukun adalah orang yang paling banyak berdusta.
8. Tukang sihir memberikan gambaran yang berbeda kepada orang yang disihir.

Perkara berkaitan dengan sihir, telah terjadi sejak dulu kala. Dalam kitab2 Syaikhul Isla di abad 8 Hijriyah, menunjukkan bahwa tukang sihir menggunakan bantuan jin. Adapun jin tidak diketahui bentuk dan rupanya.

Dengarkan audionya di sini https://soundcloud.com/abufakhri/kitab-tauhid-28-al-muharram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s