Mendamaikan antar Manusia

Kajian Riaydush Shalihin, di ICC Dammam, mulai 3.30 sore.

Dari Abi al-Abbas Sahl bin Sa’ad al-Saaidiy radhiyallah’anhu, sesungguhnya telah sampai kabar kpd Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa di antara Bani Amru bin ‘Auf terjadi kerusuhan, maka Rasulullah shalallahu alaihi keluar ke mereka untuk mendamaikan di antara mereka, akan tetapi Rasulullah shallallahu alaihi ditahan (disuguhi makanan dan minuman setelah mendamaikan) dan tiba waktu sholat, maka datang Bilal kepada Abu Bakr radhiyallah’anhu berkata: “Wahai Abu Bakr, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tertahan dan telah tiba waktu sholat, apakah kau mau mengimami sholat?” Abu Bakr menjawab: “Na’am, jika itu yg kau kehendaki,” maka Bilal mendirikan sholat (iqomah), dan Ab Bakr maju kemudian bertakbir dan orang2 bertakbir. Kemudian tiba Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berjalan di shof sholat sampai berdiri dalam shof, maka orng2 menepuk tangan, sementara Abu Bkr radhiyallah’anhu tidak menoleh dlm sholatnya, maka saat orang2 semakin banyak bertepuk tangan maka baru menoleh dan ternyata ada Rasulullah shallallahu alaihi dan memberikan isyarat agar Abu bakr tetap menjadi imam sholat, Abu Bakr radhiyallah’anhu mengangkat tangannya memuji Allah (krn kedtngan Rasulullah), kemudian bergeser ke belakang sehingga masuk ke dalam shaf, maka Rasulullah shalallahu alaihi maju ke depan, kemudian sholat bersama orang2. Setelah sholat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menghadap seluruh orang kemudian berkata: “Wahai sekalian manusia, apa yang membuat kalian bertepuk tangan ketika ingin mengabarkan sesuatu dalam sholat? Sesungguhnya tepuk tangan itu bagi wanita, barangsiapa yang ingin mengabarkan seauatu dalam sholat maka katakalah ‘subhanallah’, maka jika seorang imam mendengarkan itu kecuali menoleh. Ya Abu Bakr, apa yang melarang engkau untuk meneruskan sholat saat aku telah memberikan isyarat (utk meneruskan)?” Maka berkata Abu Bakar: “Tidaklah layak bagi anak dari Abi Quhafah sholat di antara (megimami) manusia sementara Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada di antara mereka.” (Mutaffaqun alaih).

Faedah dari hadits di atas:
1. Bersegera mendamaikan orang yang memiliki permasalahan agar segera kembali menyambung hubungan yang terputus;
2. Kewajiban pemimpin untuk memperhatikan mashlahat rakyatnya;
3. Keutamaan Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallah’anhu;
4. Diperbolehkannya imam bergantian dalam satu sholat;
5. Diperbolehkannya orang yg kurang utama (meskipun ada yg lebih utama) untuk menjadi imam;
6. Diperbolehkan mengakhirkan sholat dari waktunya (dengan syarat);
7. Bersegera untuk sholat lebih baik daripada menunggu imam rawatib;
8. Bolehnya berjalan di tengah shaf karena suatu alasan;
9. Bolehnya imam menjadi makmum;
10. Para wanita untuk mengabarkan sesuatu dalam sholat dengan bertepuk tangan dan laki2 bengucapkan subhanallah;
11. Menoleh dalam sholat karena suatu kebutuhan, maka diperbolehkan;
12. Bolehnya berbicara dengan orang yang sholat dg isyarat.

Simak audio rekamannya di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s