Celaan Terhadap Dunia

Kitab Tazkiyatun Nufus karya Dr. Ahmad Farid, oleh Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Masjid ICC Dammam, jam 9.30 AM

Celaan terhadap dunia yang ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah bukan ditujukan kepada siang dan malam yang terus berganti higga hari kiamat. Bahkan sebaliknya siang dan malam oleh Allah Ta’ala menjadi pelajaran bagi orang yan beriman.

Dalam sebuah atsar dikatakan: “Sesungguhnya malam dan siang ibarat seperti dua lemari, maka lihatlah dengan apa kedua lemari tersebut kalian akan isi.”

Seorang Tabiut Tabi’in, Mujahid rahimahullah, mengatakan: “Tidak ada satu hari kecuali dia mengatakan: “wahai bani Adam, sungguh kau telah masuk pada hari ini, maka hati2lah, karena aku tidak akan kembali.” Maka perhatikanlah apa yg kau lakukan pada hari itu, jika sudah terkewatkan, maka telah digulung amalan pada waktu dan dikunci, tidak bisa dibuka lagi hingga dihukumi di depan Allah.”

mtf_kPYCa_485

Betapa pentingnya tentang waktu di dunia, sehingga disebutkan dalam sebuah syair: “Sesungguhnya dunia jalan menuju ke surga atau neraka # sementar malam2 ibarat perdagangan manusia dan siang2nya adalah pasarnya”

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Dua nikmat manusia lalai pada waktu: kesehatan dan waktu luang.”

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “barangsiapa yg mengucapkan subhanallahu wa bil hamdi, maka akan ditanamkan satu pohon kurma di surga.”

Celaan kepada dunia juga bukan kepada dzat dunia tersebut, karena semuanya kenikmatan yang bisa diambil manfaat dan pelajaran darinya. Yang dicela dalam kaitannya dengan dunia adalah perbuatan manusia yang dilakukan di dunia, karena umumnya perbuatan manusia tidak sesuai dan diridhai Allah dan rasulNya.

Allah berfirman dalam surah al-Hadid ayat 20: “Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sekedar permainan, melalaikan dan perhiasan, bermegah2an di antar kalian dan berbangga2an dalam harta dan anak2.”

Manusia terkait degan dunia, terbagi menjadi 2:

Pertama, kelompok manusia yang mengingkari hari pembalasan (akherat), balasannya adalah neraka, karena tidak beriman dg salah satu dari rukun iman. Kelompok ini hanya berambisi makan dan hidup di dunia, makan dan orang2 yang kafir, mereka kehidupannya hanya bersenang2, makan2, sebagaimana binatang dan neraka tempat mereka (Surah Muhammad ayat 20).

Kedua, kelompok manusia yang mengikuti para nabi dan rasul, yang mengimani hari pembalasan, hari akhir, yang sesuai dengan syariat yang sesbenarnya. Merek yang beriman ini, terbagi menjadi 3 golongan:

1. Orang yg mendzalimi dirinya sendiri, golongan ini mayoritas hidup di dunia jni, seperti mencari harta di luar ketentuan syariah, ambisi dunia saja, marah, benci hanya karena dunia. Mereka yg disebut orang2 yg hanya senang dg kesenangan dna perhiasan dunia, tetapi tidak mengetahui maksud diciptakan di dunia.

2. Al-Muqtashid, golongan pertengahan, megambil dunia sesuai dengan yg disyariatkan, mengeluarkan infak, zakat, shadaqah, namum golongan ini bersenang2 dengan harta yang dimiliki dari harta berlebih tsb. Perbuatan ini dapat mengurangi pahala mereka. Umar bin Khottob radhiyallahu berkata: “Seandainya dari surga tidak ada dikurangi, niscaya aku sudah selisihi kalian, selama itu diperbolehkan, hanya saja Allah berfirman: “Kalian telah menghilangkan kebaikan2 kalian dalam kehidupan dan bersenang2 dg kehidupan kalain.” (Al-Ahqaf: 20).

3. As-Sabiqul bil khairat, mereka yang bersegera melaksanakan kebaikan dg izin Allah. Golongan inilah yang paham dan tau benar tujuan dari diciptakannya dunia. Mereka beranggapan du ia hanyalah sarana untuk mendapatkan aherat yang lebih kekal dan memanen dari hasil amalanya di dunia. Mereka menganggap bahwa kenikmtan yang ada di di dunia ini tdk lebih sebagai ujian, siapa yang yang beriman. Dalam surah al-Kahfi ayat 8: “Sesungguhnya kami telah jadikan di muka bumi ini utk memberikan ujian kpd manusia, siapa yang paling baik amalannya.”

Manusia yg bersegera berbuat kebaikan di dunia, maka seperti musafir yg berbekal sesuai kebutuhan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apa kebutuhanku terhadap dunia, tidaklah aku di dunia seperti pengendara yg melewati sebuah pohon utk bernaung, keudian pergi.”

Umar bin Khottob radhiyallahu berkata: “Jadilah di dunia seperti orang asing atau yang melewat saja.” Orang asing pasti merindukan kampung halamannya, yaitu akherat, dan yang menyeberang jalan tidaklah lama, tetapi hanya sangat sebentar.

Golongan ketiga ini juga yang melakukan amalan mubah menjadi ibadah. Muadz bin Jabal berkata: “Sesungguhnya aku mengharapkan dr tidurku sebagaimana aku mengharap pahal angun tidurku.”

Said bin Zubair rahimahullah berkata: “Kenikmatan yg menipu merupakan kenikmatan yang melalaikan dirimu dari kehidupan akherat, adapun kenikmatan yang tidak melalaikan dari akherat, maka itulah kenikmatan yang sampai kepada kebaikan di dalamnya.”

Yahya bin Muadz berkata: “bagaimana aku tidak cinta dunia, sementara rezekiku ditakdirkan padanya, dengan rezeki tsb aku bisa hidup, dengan hidup aku bisa melaksankan ketaatan, dan dg ketaatan aku bisa meraih surga.”

Abu Sofyan al-Raini pernah ditanya: “seperti apakah dunia yang dicela allah dlm al-Quran yg harus mengharuskan org yg berakal utk meninggalkannya?” Maka beliau menjawab: “Seluruh apa yg seglaa sesuatu yg ujuannha utk mendapatkan dunia, kemudian kau gunakan utk dunia, maka inilah yg tercela. Dan segala yg kita dptkan dunia namun tujuannya utk akhirat, maka inilah bukanlah yg tercela.”

Al-Hasan rahimahulloh: “Sebaik2nya tempat dunia bagi mukmin, adalah amalannya sedikit dan megambil bekal darinya untuk surga, dan seburuk2nya tempat dunia ini bagi orang kafir, karena mereka meghabiskan malam2nya untuk menambah bekal ke neraka.”

Berkata seseorang kepada generasi Tabi’in: “kalian lebih banyak amalannya dari sahabat nabi shallallahu alaihi wasallam akan tetapi mereka para sahabat masih lebih baik dari kalian. Karena mereka lebih zuhud daripada kalian.” [Simak audio rekaman kajian ini di sini]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s