Istighatsah Kepada Selain Allah

~ Kajian Kitab al-Qoul al-Mufiid ala Tauhid Syaikh Muhammad at-Tamimi, karya Syiakh Muhammad Sholih al-Utsaimin ~

Di ICC Dammam, 14 Muharram 1436 (mulai jam 1.00 siang)

Bab Beristighotsah Kepada Selain Allah Termasuk Kesyirikan

Istighotsah adalah meminta ghauts (meminta pertolongan) untuk menghilangkan kesulitan, di waktu yg mencekam atau waktu yang sempit. Amalan istighotsah ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan di segala waktu. Istighotsah yg diperbolehkan selain kepada Allah adalah untuk perkara yang selain Allah mampu megerjakannya. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Qashash ayat 15 tentang kisah Bani Israil yg meminta pertolongan kepada Nabi Musa alaihissalam: “Maka dia meminta pertolongan kepada kelompoknya dari musuhnya.”

Memohon pertolongan kpd selain Allah dalam hal yang dimampui juga dgn keyakinan bahwa hanya sebagai sebab, karena yang menjauhkan dari segala kesulitan hakekatnya adalah hanya Allah Ta’ala.

Istighotsah merupakan doa yg termasuk ibadah. Allah berfirman dalam ayat ke 60 surah al-Ghafir: “Dan Rabb kalian berfirman berdoalah kepadaKu maka Aku kabulkan untuk kalian, barangsiapa yg sombong dari hambaKu maka akan masuk neraka dengan hina dina.” Dalam sebuah hadits dalam Musnad Imam Ahmad, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya doa adalah ibadah.”

Doa terbagi dua:
1. Doa yang dimaksud untuk permintaan, seperti permintaan dikarunaikan istri shalihah dan anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dst.
2. Doa ibadah, maksudnya segala ibadah yang mengandung di dalamnya doa. Seperti ibadah berpuasa, ada doa yg dimintakan agar dimasukkan surga dari pintu ar-Royyan, juga sholat, membaca al-Quran, dst., meskipun secara lisan tidak dilafadzkan, tetapi doa perimtaan tsb ada bersama ibadha yg dikerjakan.

~ Firman Allah: “Dan jangnlah berdoa selain kepada Allah, apa2 yg tidak membrikan manfaat dan tidak memberikan madharat, maka sesungguhnya jika kau kerjakan hal tsb maka termasuk dari orang yg dzalim.” (Yunus, ayat 106).

Ayat di atas menegaskan bahwa orang yg berdoa kepada selain Allah termasuk perbuatan syirik, karena kesyirikan adalah perbuatan dzalim.

~ Firman Allah dalam surat Yunus ayat 107: “Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu maka tidak ada yg menghilangkan bagimu kecuali Allah. Dan seandainya Allah mengehendaki kebaikan, maka tidak ada yg dapat menolak karunianya.”

Ayat ini juga menegaskan bahwa hanya Allah yang memberikan kebaikan dan madharat kepada makhlukNya, tidak satupun yang bisa mencegahnya.

~ Firman Allah dlm surah al-Ankabut ayat 17: “Maka mohonlah kepada Allah rezeki.”

Penggalan ayat di atas secara lengkap: “Sesungguhnya sesembahan2 yg kalian ibadahi selain allah, mereka tidak bisa memberikan rezeki, maka mohonlah rezeki kepada Allah”

Dalam ayat ini termasuk berdoa dan meminta rezeki kepada selain Allah adalah kesyirikan. [tanpa diedit]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s