al-Khouf

~ Kajian Kitab Tazkiyatun Nufus, karya Dr. Ahmad Farid, oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari, MA. ~

Jum’at, 14 Muharram 1436, mulai 9.00 pagi

Bab al-Khouf (Rasa Takut)

Al-Khouf merupakan salah satu ibadah hati, perasaan takut kepada atas adzab Allah disertai pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasa takut yang terpuji adalah yang dapat menghindarkan anggota badan dari melakukan kemaksiatan dari Allah dan dapat mengikatnya dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Khouf dapat berubah menjadi kemaksiatan dan kesyirikan seperti menakuti ahli kubur atau mayit, ketakutan kepada mayit yang ditakuti dapat mendatangkan mudharat bagi dirinya, maka ini dapat menjerumuskan ke dalam kesyirikan. Ada pula rasa takut yang thabi’i (normal) seperti takut kegelapan, takut kepada kesepian, pada orang hitam, dst, ketakutan semacam ini diperbolehkan.

Rasa takut yang dilarang adalah yang menyeret kepada perbuatan maksiat. Seperti juga rasa takut yang berlebih-lebihan sehingga menjadi putus asa dari rahmat Allah, maka ini juga rasa takut yang tercela (dilarang), karena ini dapat membinasakan dirinya.

Rasa takut kepada Allah dapat muncul dikarenakan; pertama, mengetahui sifat-sifat Allah Ta’ala (ma’rifatullah), seperti sifat Allah yg Maha Kuasa atas segala sesuatu, Allah pedih adzabNya, dst. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah sesungguhnya aku lebih mengetahui dari pada kalian dan yang paling takut kepada Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari). Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui siksa adzab kubur, telah diperlihatkan adzab kubur, dst. Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa Rasulullah pernah dimasukkan ke dalam surga sehingga diperlihatkan kenikmatan surga. Kedua, rasa takut muncul karena banyaknya kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang hamba. Karena kemaksiatan tsb, maka dia takut kepada Allah Subhanallah Ta’ala. Dan ketiga, terkumpulnya dua hal di atas sehingga menimbulkan rasa takut kepada Allah, sebenar-benarnya takut.

Orang yang benar-benar takut adalah orang yang berilmu, atau tidak dikatakan orang berilmu jika tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Suatu ketika Imam Syafi’i pernah dipanggil sebagi al-‘alim, maka Imam Syafi’i menyitir ayat dari surah al-Fathir, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28). Imam Ahmad bin Hanbal berkata “Pokok dari ilmu adalah takut kepada Allah Ta’ala.”

Berbedanya seorang hamba antara takut terhadap makhluk dan Allah, sebagaimana perkataan seorang salaf: “Barangsiapa yg takut kepada sesuatu maka akan menghindarinya, tetapi takut kepada Allah, maka dia akan mendekatiNya.”

Fudhail bin Iyadh, berkata: “apabila engkau ditanya, apakah engkau takut kepada Allah, maka diamlah, apabila dia berkata na’am, maka engkau dusta. Seandainya engkau jawab tidak takut kepada Allah, engkau telah kafir.”

Faedah rasa khouf kepada Allah
1. Rasa takut dapat membakar (kebencian) syahwat yg diharamkan. Sebaliknya akan mencintai keimanan. Maka kita dianjurkan berdoa sebagaiama surah al-Hujurat ayat ke-7 dengan perubahan redaksi: “Allahumma habib ilainal iman wa zayyinhu fii qulubina wa karrih ilaina al-kufro wal fusuqo wal ishyaan waj’alna minal rasyidin.”

2. Rasa takut dapat menjadikan anggota badan beradab, sopan santun kepada Allah, maka akan banyak berpkir ttg manfaat atau tidaknya apa yg dilakukan oleh anggota badannya.

3. Rasa takut dapat menumbuhkan rasa khusyu dan kerendahaan serta ketenangan. Khusyu bermakna luas, yaitu menerima kebenaran yg datangnya dari al-Quran dan as-Sunnah dan menerima ucapan (nasehat) orang lain dalam kebenaran.

4. Rasa takut kpd Allah dapat menjauhkan diri seseorang dari al-kibr (kesombongan), hasad wa hiqd (iri dengki).

5. Rasa takut kpd Allah membuat dirinya fokus hanya kepada Allah, menjadikan dirinya selalau muhasabah nafs (interopeksi diri), mujahadah (bersungguh beribadah), muroqobah (perasaan selalu diawasi allah), dan bakhil dg waktu yang ada agar tidak berlalu sia-sia.

Keutamaan Rasa Takut Kepada Allah
1. Orang yg takut adalah orang yg mendapat petunjuk, rahmat dan ilmu, sebagaima surat al-Araf ayat 154, “Allah menetapkan petunjuk, rahmat bagi hamba-hamba yg takut kepada Rabb-nya.”

2. Mendapat keridhaan Allah, surat al-Bayinah ayat ke -7, Allah ridha kepada Allah dan mereka ridho kepada allah, dikarenakan karena merka takut kpd Allah.”

3. Sebagai tanda keimanan pada diri seseorang. “Dan takutklah kepadaku jika kalian beriman.” (Ali Imran ayat 175)

Rasa takut tidak dapat digambarkan bagaimana bisa hilang pada diri seorang mukmin, meskipun lemah. Maka, sangat mengherankan jika seorang beriman tetapi tidak memiliki rasa takut kepada Allah.

4. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan masuk neraka yg menangis karena takut kepada Allah, sampai air susu kembali kepada tempatnya (tempat keluar air susu).” (HR. Tirmidzi)

5. Fudhail bin Iyadh berkata “barangsiapa yg takut kepada Allah, akan mebimbingnya kepada setiap kebaikan.”

6. Asy-Syibli berkata: “Tidak ada suatu hari yg aku paling takut kepada Allah, kecuali ada hikmah dan ‘ibrah dalam rasa takut tsb.”

7. Yahya bin Muadzh berkata: “Tidaklah seorang mukmin melakukan keburukan melainkan muncul darinya darinya dua surga: ketakutan atas hukuman dan berharap ampunan.”

Orang yang telah beramal tetap takut kepada Allah, sebagaimana yang dijelaskan para ahli tafsir dalam surah al-Mukminun ayat 57-71: “Sesungguhnya orang2 yg berhati2 karena takut akan adzab Rabb mereka, dan orang2 beriman dg ayat2 Rabb mereka, yang tidak mensyirikkan Rabb mereka, dst,,,”

Aisyah radhiyallahu anha pernah bertanya: “Wahai Rasulullah apakah merka yg meminum khamr, berzina, mencuri?” Maka Rasulullah bersabda: “tidak demikian, wahai putri as-Shidiq, akan tetapi mereka yg berpuasa, sholat, bersedekah dan mereka takut amal2 mereka tidak diterima, merelalah yang bersegera dalam melakukan kebaikan. (HR. Tirmidzi).

Rasa takut itupun ditunjukkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagaimana hadits yg diriwayatkan dari Abdullah bin asy-Syukhair: “Rasulullah jika dalam keadaan sholat maka akan terdengar di dadanya seperti air yg mendidih di atas periuk.” (Hr. Abu Daud). Hadits ini menunjukkan beliau menangisdalam sholat shongga terdengar tangisannya karena rasa takut.

Abu Bakar As-Shidiq radhiyallah’anhu dahulu jika mendirikan sholat seperti sebatang kayu, tegak berdiri, karena kekhusyukannya takut kepada Allah Ta’ala. Dan banyak riwayat dari para riwayat tentang contoh ketakutan para sahabat dan ulama salafus shalihin.[tanda diedit, sebagaimana yang didengar]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s