Berlindung Kepada Selain Allah Termasuk Kesyirikan

~ Kajian Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi (Kajian di ICC Dammam, KSA), 7 Muharram 1436 ~

Ayat ke 6 dari surat al-Jin, mengabarkan orang2 Jahilyah yang meminta perlindungan kepada jin dari sesuatu yg ditakutkan, tetapi jin justru memberikan ketakutan yang lebih, baik dalam hati juga secara fisik manusia. Sebagian ulama menafsirkan akhir ayat ini, bahwa orng yg memohon perlindungan kepada jin, maka tanpa diketahui oleh manusia tsb, jin bertambah takabbur.

Ayat di atas menunjukkan bahwa memohon peelindungan kepada jin hukumnya haram, karena perbuatan ini tidak memberikan manfaat bagi manusia yg melakukannya tetapi justru menambah rasa takut dan membuat jin bertambah takabur. Kehidupan jin, sebagaimana manusia, memiliki dua jenis kelamin, laki2 dan perempuan, ada yg beriman dan ada pula yang kufur. Manusia tdk mungkin melihat wujud aslinya, tetapi diperintahkan utk mempercayai keberadaannya.

kitabtauhid

Oleh karenanya, celaan terhadap manusia yg memohon perlindungan kpd selain Allah, perbuatan ini berarti sama dg menggantungkan suatu harapan kpd selain Allah, maka ini bagian dari kesyirikan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yg singgah di suatu tempat ‘aku memohon perlindungan dengan kalimat2 Allah yg sempurna dr kejahatan yg diciptakan’, niscaya tidak ada yg membahayakan dirinya sampai dia pergi dr tempat tersebut.” (HR Muslim).

Doa dalam hadits di atas dapat diucapkan baik dlm keadaan safar maupun bermukim, dan doa ini bisa jadi tidak dikabulkan karena beberapa sebab, dikarenakan hal2 yg menghalangi doanya diterima Allah.

Kalimat-kalimat Allah dalam hadits di atas bukanlah makhluk, tetapi merupakan bagian dari sifat Allah Ta’ala, yaitu kalimat kauniyah atau kalimat syari’ah (al-Quran). Dan kalimat Allah yg sempurna adalah Al-Quran, sebagaimana yg diyakini mukminin yg diyakini kebenarannya secara sempurna, tidak ada kekurangan dan perubahan.

Al-Qurthubi berkata berkiatan dg doa di atas: “aku pernah mencobanya, aku terus melakukannya, sehingga suatu saat aku masuk rumah lupa membaca doa, sampai2 aku disengat kalajengking.”

Di akhir doa disebutkan kejahatan yang diciptakan, bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya, kebaikan dan keburukan, tetapi keburukan tidaklah disandarkan kepada Allah. Karena Allah menciptakan keburukan selalu saja ada hikmahnya, dan keburukan bisa jadi hanya dari sudut pandang manusia.

Menurut Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah rahimahullah, makhluk dari sisi baik dan buruknya terbadi menjadi 3:
1. Keburukan seluruhnya ada dzatnya, seperti neraka, iblis. Tetapi di balik ciptaan tsb, terdapat hikmahnya, seperti dg adabya neraka, manusia menjaga dirinya agar terhindar dari siksa neraka.
2. Dzatnya baik seluruhnya, seperti surga, malaikat, rasul, dsb.
3. Kebaikan dan keburukan bersama dalam dzatnya, seperti hewan, manusia, jin.

Hadits di atas, menunjukkan meminta perlindungan hanya kepada Allah, meskipun dengan menyebut perlindungan dg perantara sifat2 Allah Ta’ala. Sebagaimana doa nabi shallallahu alaihi wasallam: “aku berlindung dg kemuliaan Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan yag aku dapati dan aku kuatirkan.” (HR Muslim).

Hal ini juga dipolehkan bersumpah dg sifat2 Allah, karena itu bukan makhluk. Adapun bersumpah dg kalimat kauniyah, maka tidak diperbolehkan, tetapi dg kalimat syari’iyah, yaitu dg ayat2 al-Quran, maka ini diperbolehkan.

Adapun meminta perlindungan kepada makhluk, perlu perinciannya. Seperti meminta perlindungan kpd seseorang dari keburukan yg hanya Allah mampu melindunginya, maka tidak diperbolehkan. Tetapi meminta perlindungan kepada makhluk karena bisa atau mampu, maka diperbolehkan. Seperti dalam sebuah riwayat dalam Shahih Muslim, seorang yg meminta perlindungan dari Ummu Salamah agar terhindar dari hukuman potong tangan dan contoh2 lainnya dalam banyak yg diriwayatkan Muslim di Kitabul Fitnah. Perkara lainnya, seperti meminta perlindungan dari kejahatan seseorang kpd makhluk, misalnya, ini diperbolehkan, dst.

Al-Masail
~ Ayat tentang larangan meminta perlindungan kepada jin
~ Memohon perlindungan kepada selain Allah termasuk adalah kesyirikan, sebagaimana yg banyak dilakukan orang sbg dukun, peramal, dst.
~ Meminta perlindungan dg kalimat atau sifat2 Allah diperbolehkan, karena bukan termasuk makhluk
~ Keutamaan doa yg diajarkan dalam hadits nabi shallallahu alaihi wasallam meskipun singkat.
~ Bahwasannya keadaan sesuatu yg terdapat manfaat duniawi, maka tidak dapat terlepas dari kesyirikan, seperti sebuah amalan syirik kemudian mendatangkan hasil, maka tidak dapat dikatakan itu bukan kesyirikan (tetap bagian dari kesyirikan).

Dari hadits yg mengajarkan doa singkat di atas, terdapat faedah bahwa Islam menghapus kebiasaan buruk di jaman jahiliyah dengan menggantikannya dengan yg lebih baik. Pada awalnya orng jahiliyah meminta perlindungan kpd jin, kemudian diajarkan oleh Rasulullah memohon perlindungan dg kalimat2 Allah, jauh lebih baik dan terbeas dari kesyirikan. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s