Asyuro: Sejarah, Amalan & Keutamaannya

~ Terjemah Khutbah Jumat di Masjid ICC, Dammam, KSA (7 Muharram 1436) ~

Asyuro: Amalan, Keutamaan & Sejarahnya

Ba’da tahmid wa shalawat,,,,,

Bahwasanya kita sekarang di hari2 menuju Asyuro, yaitu hari ke 10 di bulan al-Muharram. Hari tsb hari yg agung, hari di mana Nabi Musa alaihis salam diselamatkan dari Fira’un.

Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melihat orang yahudi berpuasa di hari Asyuro, kemudian Rasulullah bertanya ttg hari tsb, para sahabat menjawab ini merupakan hari yg agung, hari nabi Musa dimenangkan dr Fira’uan dan berpuasa di hari tsb. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatkan bahwa dirinya lebih berhak berpuasa pada hari itu daripada yahudi. (aw kamaa qola Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).

Pada awalnya hari asyuro puasanya wajib, kemudian turun perintah puasa wajib di bulan Ramadhan, maka asyuro menjadi sunnah. Barangsiapa yg berpuasa 10 al-Muharram, maka berpuasalah, dan siapa yg meninggalkan maka tidak mengapa (aw kamaa qoola rasulullah shallallahu alaihi wa sallam).

Di antara keutamaan Puasa Asyuro
> seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ttg puasa asyuro, maka Rasul menjawab “aku berharap Allah mengampuni dosa2 tahun yg telah lalu.”

> Puasa Asyura merupakan puasa yg paling semangat Rasulullah mengerjakannya. Ibnu abbas radhiyallah’anhu anhu mengatakan aku tidak melihat Rasulullah bersungguh2 berpuasa pada hari itu (Asyuro), aw kamaa qoola rasulullah dalam riwayat al-Bukhori.

> Dalam sebuah hadits lainnya, dikatakan tidak ada hari utama daripada hari lainnya, kecuali bulan ramadahan dan hari asyuro. Seutama2nya puasa setelah adalah puasa pada bulan Allah, yaitu al-Muharram.

Tigkatan puasa Asyuro
Ibnu Qayyim rahimahullahu membagi tiga tingkatan shaum asyuro menjadi 3:

Pertama, puasa pada tanggal 9, 10 dan 11 al-Muharram. Inilah shaum yang palig sempurna. Meskipun riwayat yg shaum sebelum dan setelah asyuro riwayatnya yang tidak shahih. Meskipun demikian, sebagian ulama membolehkannya.

Kedua, puasa di tanggal 9 dan 10 al-Muharram, sebagaimana hadits “Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 (al-Muharram).”

Ketiga, puasa di hari ke10 al-Muharram. Ulama memperbolehkan amalan ini sebagaimana pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Di antara amalan yg tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dlam hari 10 al-Muharrom; mandi pada hari tsb, memberi uang belanja kpd istri yg lebih dr hari2 lainnya, membuat bubur yg dikhususkan pada hari tsb, dll. Para ulama mengatakan bahwa perbuatan tsb tidak ada dasarnya dari hadits2 yg shahih dan tidak ada anjuran.

Pada hari 10 al-Muharram juga diperingati oleh orang Syiah Rafidhah sebagai hari perayaan duka cita atas meninggalnya Husain radhiyallahu anhu, syahid di Karbala. Perbuatan tsb merupakan amalan jahiliyah dg meratapi, menyiksa diri, dan perbuatan2 yg tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Penekanan Untuk Berpuasa Asyura
Bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan berita di tengah kaum Anshor, barangsiapa yg dari pagi berbuka hendaknya menyempurnakan harinya, dan barangsiapa yg berpuasa menyempurnakan puasanya. Seorang sahabat mengatkan bahwa sejak dulu kami berpuasa dan membiasakan anak2 kami ikut berpuasa dg memberikan permainan kepada anak2 sehingga jika anak2 menangis kelaparan maka terlenakan dengan mainnanya sehingga waktu berbuka.

Para salaf terdahulu juga megerjakan puasa asyuro meskipun dalam keadaan safar. Az Zuhri salah seorang tabi’in mengatakan bulan Ramadhan bisa diqadha, sementara 10 al-Muharram tidak dapat digantikan.

Khatib dalam kesempatan khutbahnya juga menyinggung keadaan muslimin di Palestina
> Pada hari2 ini juga terjadi penutupan Masjidil Aqsha oleh Yahudi, maka yg dapat dilakukan saat ini di antaranya:
Pertama, mendokan kaum muslimin di Palestina
Kedua, mendoakan laknat kpd Yahudi dan Nasrani sebagaiaman yg dicontohkan Rasulullah dlm melaknat dua kaum tsb saat menjelang kematian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

> Sebagian media massa menyoroti Kubah Syaqra bukan Masjidil Aqsha, untuk memalingkan dan menyebarkan kejahilan kaum muslimin, sehingga dikira masjidil Aqhsa masih tetap beridiri, padahal Masjidil Aqhsa berkubah hijau yan tidak sebsar Dome Rock tsb.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s