Ar-Rojaa

~ Kajian 1: al-Khauf wal Roja (Takut dan Berharap), kajian Tazkiyatun Nafs bersama Ust Muhammad Sulhan Jauhari, MA, di ICC Dammam, KSA, mulai jam 9.00 pagi, 7 Muharram 1436 ~

Bab al-Khouf dan al-Roja

Macam2 ibadah:
1. Ibadah i’tiqadiyah, berkaitan dg keyakinan, seperti Allah Maha pemberi rezeki, oengatur semesta alam, dst.
2. Ibadah qalbiyah, ibadah dg hati, contohnya ar-roja, tawakkal, al-khauf, taubat, dll
3. Ibadah lafdziyah, ibadah dengan lafadz atau ucapan seperti membaca al-Quran, dzikir, memberi nasehat, menyampaikan ilmu.
4. Ibadah badaniyah, ibadah yg dilakukan dengan fisik, seperti shalat dg sujud, ruku, dst, ibadsh haji, umroh, berjalan menuju masjid, dll.
5. Ibadah maaliyah, dengan harta, contohnya zakat, sedekah, infaq, memberi hadiah, membantu dakwah dg harta, dst.

Ar-Roja artinya berharap, termasuk dalam ibadah qalbiyah. Yang dimaksud dg berharap di sini adalah kelapangan hati dalam menunggu apa yg dia cintai. Jika yang berharap tsb tidak melakukan sebab (usaha) maka dia termasuk orang yg tertipu (pandir). Dan berharap bukan untuk perkara yg sudah pasti terjadi, seperti berhap matahari terbit, padahal ini pasti terjadi. Sesuatu yg diharapakan adalah sesuatu yg dicintai yg belum diketahui seperti husnul khatimah dalam kematian, berharap selalu shalat 5 waktu di masjid, berharap berada di sisi ibunya saat ajal, dst.

Jika seorang petani tidak menabur benih dan menanam padi tetapi tetap berharap panen di kemudian hari, maka ini sama dengan kedunguan. Seorang nelayan yang pergi melaut tetapi tidak melepas jaringnya, kemudian berharap mendpatkan ikan, maka ini mustahil dan tertipu. Sama halnya seseorang berharap masuk surga, tetapi tidak menabur benih2 sebagai usaha untuk masuk surga, maka ini harapan yg tidak benar, tertipu lagi seorang pandir.

Dalam surah al-Baqrah ayat 218: “Sesungguhnya orng2 yg beriman yang berhijrah dan bersungguh2, mereka inilah yang mengharap rahmat Allah.” Dalam ayat ini oran yg beriman dg usaha (hirah) dg sugguh, maka merekalah yg berhak mendapatkan rahmat Allah.

Kemudian, orang yg berharap dg harapan tsb membimbing kepada ketaatan dan menghindari dari kemaksiatan, maka inilah harapan yang benar. Tetapi sebaliknya, jima dg harapannya menggiring kepada maksiatan, maka orng ini yang maghrur (tetipu) lagi ahmaq (pandir).

Tingkatan dalam Berharap terdiri dari 3 macam:
1. Berharap rahmat Allah degan mengambil sebab utk mendapatkannya dg ikhtiar, melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
2. Berharap namun dengan keteledoran, atau bahkan dengan kemaksiatan, maka ini adalah tipuan, orang yg melakukannya tertipu.
3. Berharap dengan harapan yag kuat, sampai merasa aman dari adzab Allah, ini tidak diperbolehkan, karena dapat membawa dirinya kepada hal2 yg tidak diperbolehkan dalam syariat Allah. Karena seorang beriman harus takut atas adzab Allah, tetapi tidak membuatnya putus asa utk selalu mengharap kepada Allah.

Bagi siapa yg mengharap sesuatu maka ada 3 konsekuensi:
1. Mencintai sesuatu yg diharapkan
2. Khawatir sesuatu yg diharapkan akan terlewatkan
3. Berusaha untuk mendapatkannya

Adapun harapan yg tidak memenuhi ketiga hal di atas, maka itu hanya berangan-angan, berkhayal, berandai-andai. Tentunya ini tidaklah sama dan berbeda.

Setiap orang yang berharap (rahmat Allah ) pasti dia akan takut, sementara orang yg berjalan di tengah jalan karena takut, maka dia akan bersegera tidak dilambat2kan. Begitu pula orng yg tinggal di dunia takut terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka dia akan bersegera melakukan kabaikan, ibadah, utk meraih yg diharapkannya (rahmat Allah).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “barangsiapa yg takut, maka dia akan bersegera, maka barangsiapa yg bersegera maka dia akan sampai kepada tujuan, ketahuilah sesunguhnya perniagaan Allah itu adalah mahal, ketahuilah barang perniagaan Allah itu adalah surga.”

Hadits di atas menjelaskan bahwa barangsiapa yg merasa takut dari siksa allah, maka rasa takut tsb membawa dirinya utk bersegera melakukan amal shaleh.

Ulama salaf mengatakan:
Barangsiapa yg takut Allah, maka akan semakin mendekatkan diri kepada Allah # Barangsiapa yg takut kepada manusia maka dia akan menjauh dari manusia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s