Muhasabah Amalan Seorang Hamba

~ Terjemah Khutbah Jumat di Masjid ICC, Dammam, Oleh Ust. Muhammad Jauhari ~

Ba’da tahmid wa shalawat,,,,

Menurut penanggalan, bahwasannya hari ini kita berada di hari ke-30 Dzulhijjah 1435, berarti besok kita memasuki tanggal 1 Muharram 1436. Muhasabah diri yg diangkat dlm tema khutbah ini bukanlah menggelar acara berkenaan masuknya tahun baru hijriyah, atau dilakukan bersama-sama, tetapi dilakukan oleh setiap hamba, setiap saat di setiap waktu.

Kondisi manusia Dalam Kehidupan
Yang mendapatkan kesehatan, rasa aman, dan cukup makanan yang ada, ini merupakan penegak, dasar2 kehidupan seorang hamba. “Barangsiapa dr kalian mrasa aman di rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan utk hari ini, maka seakan2 Allah telah memberikan dunia beserta isinya.” (Aw kamaa qola Rasulullah shallallahu alaihi wasallam). Jika ada kekurangan dari satu hal tersebut, maka akan terjadi gundah gelisah, ketidaktenangan dalam hidupnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sebagaiamana Allah ciptakan bukan untuk hal yg sia-sia, tetapi semua waktu yg dilewatinya akan dipertanggugjawabkan di depan Allah. Jika manusia bisa lupa apa yg dikatakan dan dilakukan sesuatu, tetapi niscaya di sisi Allah tidak akan lupa dan semuanya akan dipenuhi pertanggung jawabannya sesuai dengan amalannya.

Ayat 6, surah Mujadalah: “hari di mana Allah membangkitkan semuanya, maka Allah akan emembrikan kabarsegala apa yg meeka lakukan, Allah mengetahui namum manusia banyak yang melupakannya. Dan Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu.”

Dalam surah Al-Anbiya, “dan kami mempersiapkan timbangan yg adil, tidak ada jiwa yg terdzalimi sedikitpun. Seandainya ada amalan seberat dzarrah, maka Allah akan sampaikan, dan cukuplah kami menjadi dzat yg memperhitungkan semua.”

Kenikmatan dari Allah
Nikmat yg telah Allah berikan, maka semestiya dibarengi dg diisi umurnya dg kebaikan. Dari Abu Huraorah dan Said bin Khudri, dlm sebuah hadits disebutkan bahwa pada hari kiamat akan didtangkan seorng hamba akan ditanyakan kepadanya, “bukankah aku telah memberikan kenikmatan pendengaran, penglihatan, harta, keturunan, bukankah aku tlh menundukan bagimu pertanian dan binatang ternak, demiian pula menjadikan dirimu menjadi kepala kau dan ditaati sebuah kaum (hidup nyaman), sementara engkau akan bertemu dgnku hari ini, taktakala di akherat hamba melupakan Allah,,,,,, maka allah berfirman “aku lupakan sebagaiamana kalian melupakan (hari ini aku tinggalkan kau mendapat adzab).”

Jika seorang hamba tertimpa sakit, maka niscaya seorang tsb akan mencari kesmbuhan dengan susah payah. Namun, yg disayangkan kaum muslimin yg melupakan penyakit hati dan jiwa, yg tidak mencari obat utk menyembuhkan hati dan jiwanya. Padahal kesembuhan hati dan jiwa lebih mulai daripada kesehatan badan manusia. Karena sakitnya hati dapat menimbulkan adzab, tdk sebanding dg ringankan penyakit badan.

Permisalan syair tentang waktu hidup di dunia
“Kita terus berjalan menuju ajal, sementara umur kita terus dilipat, hendaknya pergi dr dunia dg bekal ketakwaan, umurnya hanya beberapa hari saja, sedangkan akherat kekal.”

“Tidaklah hari2 di dunia ini hanya beberapa masa, setiap manusia itu pasti menuju kepada kematian.”

Ucapan nabi Nuh alaihissalam, yg hidup bersama kaumnya dan mendakwainya selama 950 tahun, umur beliau jauh lebih lama dari itu wallahu’alam, beliau pernah ditanya “bagiamaa menurutmu kehidupan di dunia ini?” Beliau berkata: “Seperti yg masuk dari satu pintu dan masuk ke pintu yg lainnya.” [belum diedit]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s