S A B A R

Kajian Tazkiyatun Nufus dari kitab karya Dr. Ahmad Farid, oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari, hafizahullah, di Islamic Cultural Center Dammam (Jum’at, 24 Dzulqadah 1435) 

Secara bahasa sabar adalah المنع والحبس , mencegah dan menahan. Secara istilah sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota tubuh dari merobek kain, menampar pipi (sebagai pelampiasan di jaman dulu) dan sejenisnya.

Dalam ayat Al-Anfal ayat 47, Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

Ayat di atas menunjukkan kebersamaan Allah yang khusus, yaitu bersama orang-orang yang sabar. Sedangkan kebersamaan Allah yang umum bersama kesluruhan makhlukNya dengan ilmuNya; bahwa Allah maha mendengar, maha melihat, mengetahui, dst.

Di surah Ali Imran ayat ke-3, Allah Subhanallahu wa Ta’ala juga menunjukkan kelebihan orang bersabar:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Allah mencintai orang-orang yang bersabar.” (Q.S ali-‘Imran :146)

Maka tidaklah mengherankan jika ada yang membagi keimanan seorang hamba ada dua; sabar dan syukur. Bersabar atas musibah yang menimpanya dan bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Dalam tingkatannya, sabar terbagi menjadi; wajib bersabar jika ditimpa musibah, ridha dengannya dan bersyukur atasnya.

Para ulama banyak juga mengartikan sabar, di antaranya:

~ Menelan derita pahit tanpa dengan menunjukkan muka masam dan cemberut

~ Jauh dari perbuatan yang melanggar syariat dan tenang saat mendapat musibah

Di antaranya juga, pembagian dibagi menjadi, sebagaiamana Syaikh Utsaimin rahimahullah, menyebutkan:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala;

2. Sabar dari melakukan kemaksiatan;

3. Sabat saat menerima ujian/musibah.

Kesabaran menurut kondisinya terbagi menjadi dua; iktiyariy (pilihan) dan ijbariy (paksaan). Kesabaran yang pertama merupakan yang paling berat, karena dalam kondisi pilihan yang bisa membuka peluang untuk dapat tidak bersabar. Contoh yang paling berat dalam sabar dalam pilihan ini adalah Nabi Yusuf alaihissalam pada saat digoda oleh istri seorang raja Mesir. Dalam keadaan yang sangat memungkinkan untuk berbuat maksiat, tetapi Nabi Yusuf alaihissalam memilih untuk bersabar karena Allah. Sedangkan sabar berupa keterpaksaan dapat kita jumpai saat seseorang mendapatkan ujian berupa kematian orang yang dicintainya, dst.

Kisah sabar yang dicatat dalam sejarah termasuk kesabaran Ummu Salamah radhiyahallahu ‘anha. Buah dari kesabarannya, setelah ditinggal Abu Salamah, suaminya yang tercinta, ternyata kemudian dipinang dan menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ummul Mukminin, Ummu Salamah radhiyallahu’anha berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ أَىُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ مِنْ أَبِى سَلَمَةَ أَوَّلُ بَيْتٍ هَاجَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ إِنِّى قُلْتُهَا فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ أَرْسَلَ إِلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَاطِبَ بْنَ أَبِى بَلْتَعَةَ يَخْطُبُنِى لَهُ فَقُلْتُ إِنَّ لِى بِنْتًا وَأَنَا غَيُورٌ فَقَالَ أَمَّا ابْنَتُهَا فَنَدْعُو اللَّهَ أَنْ يُغْنِيَهَا عَنْهَا وَأَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَذْهَبَ بِالْغَيْرَةِ

“Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan seperti apa yang telah Allah perintahkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

 Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma’jurniy fii mushibati wa Akhlif liy khoiron minha

“Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya, ya Allah berikan aku pahala dalam musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya.”

Kecuali Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya.

Berkata Ummu Salamah: Ketika meninggal suamiku Abu Salamah, maka aku berkata, tidak mungkin ada seorang muslim yang lebih baik dari Abu Salamah, keluarga pertama yang berhijrah kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam?! Kemudian aku membaca doa tersebut, maka Allah menggantikan untukku Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Ummu Salamah berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutus Hatib bin Abi Balta’ah radhiyallahu’anhu untuk meminangku menjadi istri Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maku aku berkata, sesungguhnya aku memiliki seorang putri dan aku seorang pencemburu. Beliau berkata: Tentang putrinya maka kita berdoa kepada Allah untuk mencukupkan putrinya darinya, dan aku berdoa kepada Allah agar menghilangkan kecemburuannya.” [HR. Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha]

*) Ditranskrip oleh Muhammad Jalal dengan beberapa perubahan seperlunya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s