Perselisihan dan Upah Haram

Kajian Kitabul Buyu’ dari Bulughul Maram oleh Ust. Zaki di ICC Dammam (Jum’at 24 Dzulqadah 1435)

~ Hadits 1

“Jika si penjual dan si pembeli berselisih sementara keduanya tidak mempuynai bukti maka yang diambil adalah pengakuan si pemilik barang (penjual) atau jual beli dibatalkan.”

Jika dalam praktek jual beli terjadi perselisihan, maka hukum asalnya dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu penjual. Jika pembeli menuntut, maka harus mendatangkan bukti dan yg dituntut (pembeli) bersumpah.

~ Hadits 2

Diriwayatkan dari Abu Mas’ud radhiyalahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang hasil penjualan anjing, uang hasil perzinahan dan upah hasil perdukunan.

1. Jumhur ulama secara mutlak melarang jual beli anjing, baik itu anjing buruan atau anjing untuk fungsi lainnya.
2. Pelarangan kedua menunjukkan haramnya menjadi pelacur, karena diharamkannya penghasilan dari melacur tersebut. Jika seorang pelacur taubat, maka uang yg dihasilkannya selama melacur, maka dibersihkan dengan menyalurkannya utk kepentingan umum, seperti disumbangkan utk pembangunan wc umum, jembatan, jalan raya, dst.
3. Uang hasil perdukunan, yaitu pekerjaan “kahin“, yaitu pekerjaan org yg mengaku mengetahui hal2 yg ghaib seperti meramal sesuatu yg akan terjadi (ghaib) untuk mencari upah. Pekerjaan dukun dan upahnya haram.[]

*) Ditranskrip oleh Muhammad Jalal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s