Nafsu (Jiwa)

Kajian Tazkiyatun Nafs di Islamic Cultural Center Dammam

oleh Ust. MUHAMMAD SULHAN JAUHARI (Jum’at, 17 Dzulqadah, jam 9.00 – 10.00 am)

1. An-Nafs al-Muthamainnah, yang selalu tenang.

2. An-Nafsu al-Lawwamah, jiwa yang tidak tetap dalam suatu keadaan, yang selalu berubah2, berbolak-balik, kadang ingat Allah, kadang lalai, kadamg taat, kadang tidak, dst. Menurut Hasan Al-Bashri, bahwa inilah jiwa seorang mukmin yg mencela dlm jiwanya jika khilaf dalam mengerjakan perbuatan buruk. Ulama lain mengatkan bahwa jiwa ini merupakan jiwa yg mencela di hari kiamat kelak, atas perbuatan2nya yg buruk di dunia. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menengahi perbedaan tsb, bahwa keduanya benar, krn di duni, jiwa manusia akan mencela perbuatannya yg buruk dan juga demikian di akhirat.

Nafsu Lawwamah ini terbagi menjadi 2: Jiwa yg mencela juga tercela, ini merupaka sifat orang jahil krn perbuatan maksiat yg tidak disesali. Dan jiwa yang yang mencela tetapi tidak tercela, sebagaimana seseorang yg selalu merasa kurang dengan amal sholehnya, sehingga selalu ingin memperbaikinya.

3. An-Nafsu al ammaratu bis suu, jiwa yang selalu menyuruh kepada keburukan, inilah jiwa yang tercela. Nafsu ini yang mengjak seorang ratu yang merayu Nabi Yusuf alaihis salam. Kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dr jiwa yang buruk, sebagaimana awal doa khutbah yg dicontohkan nabi shallallahu alaihi wasallam “….wana’udzu bihi min syururi anfusina wa saia ‘amalina…”

[selesai, dikutip sesuai yg didengar oleh Abu Fakhri]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s