Sebaik-baiknya Pekerjaan

 سئل النبي صلى الله عليه وسلم : أي الكسب أطيب ؟ قال : عمل الرجل بيده ، وكل بيع مبرور- الراوي: سعيد بن عمير المحدث: البخاري المصدر: السنن الكبرى للبيهقيالصفحة أو الرقم: 5/263 خلاصة حكم المحدث: أسنده بعضهم وهو خطأ

BeFunky_seiko.jpg

Nabi shallallaahu alaihi wasallam ditanya tentang usaha yg paling baik (athyab, halal dan barokah), maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab “pekerjaan yang dihasilkan oleh tangannya dan setiap jual beli yg mabrur (halal, terpenuhi rukun dan syaratnya dan tidak disertai perbuatan dosa, pen).” ~ hadits pertama di Kitab Buyu’ dalam Bulughul Marom.

Pertanyaan yang dijawab Rasulullah di atas, tidak berorientasi ttg pekerjaan yg paling banyak menghasilkan, tetapi yang paling barokah (kebaikan yang terus menerus dan bertambah). Maka lihatlah bagaiamana Nabi Isa alaihissalam, adalah tukang kayu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga mengembala kambing. Maka, sekayaknya seorang muslim selalu menperhatikan dari mana hasil usahanya didapat, tidak sekedar banyaknya.

Manakah yg lebih utama pekerjaan sebagai petani, pengrajin atau pedagang? Tidak ada yg lebih baik, kecuali pekerjaannya mabrur. Sebagaiamana maksud hadits di atas mengunakan kata “wa” (dan) antara pekerjaan dan yang mabrur. Jadi, selama mabrur, maka itulah pekerjaan yang palig baik. Dari hadits di atas merupakan perintah yg jelas untuk mencari pekerjaan dengan cara yang halal.

~ Disarikan dari Kajian Bulughul Marom oleh Ust. Zaki, di IIC Dammam, Jum’at, 10 Dzulqadah 1435

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s