Husnul Khuluq

Suatu amalan yang dengannya dapat membuat manusia dimasukkan dalam surga adalah taqwa dan husnul khuluq.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam praktek hidup sehari-hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan nyata dalam berakhlak yang baik. ِAllah Ta’ala telah memujinya dalam firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul-betul di atas akhlak yang agung.” [QS. Al-Qalam (68): 4]

Di Antara Sifat Husnul Khuluq

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron [3]: 134)

Maka, niscaya manusia akan menyukai orang-orang yang berakhlak mulia seperti di atas. Apakah ada manusia yang mau mendekati sesesorang pelit, pemarah dan pendendam?

Sifat akhalak yang terpuji lainnya adalah:

تتصل من قطعك، وتعطي من حرمك، وتعفو عمن ظلمك

“menyambung persaudaraan kepada yang memutuskanmu, memberi kepada yang mengharamkanmu, dan memaafkan kepada orang yang mendzalimimu.”

Beberapa Keutaaman Husnul Khuluq

Seorang mukmin yang berakhlak mulia derajatnya seperti orang yang berpuasa lagi mendirikan shalat malam. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اْلمُؤْمِنَ لَيُدْركُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ الصَّائِمِ وَاْلقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin dengan kebaikan akhlaqnya bisa mencapai derajat orang-orang yang (banyak) berpuasa dan (banyak) melakukan qiyamullail“ (H.R Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim, dishohihkan oleh adz-Dzahaby).

Perangai yang baik juga termasuk di antara tanda sempurnanya iman seseorang, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam dalam hadits beliau :

أَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya.“ (H.R Ahmad, Abu Dawud, AtTirmidzi, al-Hakim dan dishahihkan oleh adz-Dzahaby).

Apa Saja yang Termasuk Akhlak yang Mulia?

Di antara perangai yang baik yang termasuk sebagai husnul khuluq adalah perkataan yang baik, karena ini termasuk shadaqah. Ali bin Thalib –radhiyallahu ‘anhu– memberikan ciri akhlak yang mulia dengan tiga pencapaian; menjauhi yang diharamkan, mencari rizki yang halal, dan memberi kelapangan kepada keluarganya.

Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullahu– mengatakan:

حُسنُ الخلق أنْ لا تَغضَبَ ولا تحْتدَّ ، وعنه أنَّه قال : حُسنُ الخلق أنْ تحتملَ ما يكونُ من الناس

“Akhlak yang baik adalah jangan engkau marah dan cepat naik darah.” Beliau juga berkata, “Berakhlak yang baik adalah bisa menahan amarah di hadapan manusia.”

Dan termasuk akhlak yang mulia adalah:

 بذل المعروف وكف الأذاء عن الناس وطلقة الوجه والكلام حسن ومدارة الغضب واحتمال الاذاء

“Gemar memberi bantuan (ma’ruf), menahan diri untuk tidak mengganggu/menyakiti orang lain, bermuka manis, berkata-kata yang baik, mampu mengendalikan marah, dan ihtimal atas gangguan.”

Faedah Husnul Khuluq

1. Perkara yang banyak memasukkan manusia ke dalam surga;

2. Jalan yang membuat dicintai Allah dan manusia;

3. Memuliakan diri dengan husnul khuluq;

4. Mengangkat derajat manusia;

5. Mendekatkan diri dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Hari Kiamat kelak, sebagaimana hadits Rasulullah:

إنَّ من أحبِّكم إليَّ وأقربِكم منِّي مجلِسًا يومَ القيامةِ أحاسِنُكم أخلاقًا  الراوي: جابر بن عبدالله المحدث: المنذري – المصدر: الترغيب والترهيب – الصفحة أو الرقم:4/36, خلاصة حكم المحدث: [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما]

6. Membuat lawan menjadi kawan

7. Sebab mendapatkan ampunan Allah dan mengapuskan dosa-dosa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح

“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”. [HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih]

~ Disadur dari terjemah khutbah Jum’at Syaikh Dr. Abdul Wahid oleh Ust. Muhammad Sulhan Jauhari di Masjid Islamic Cultural Center Dammam, KSA, Jum’at, 10 Dzulqadah 1435.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s