Bila Malu Untuk Meminta Maaf

Kita semua tidak lepas dari berbuat kesalahan kepada orang lain. Ketika itu terjadi, sikap terbaik seorang muslim adalah bertaubat nasuha kepada Allah ta’ala dan meminta maaf kepada orang yang kita berbuat salah kepadanya. Janganlah ragu dan malu. Bila tetap masih malu, silakan disimak hadis berikut ini. Semoga menjadi pengingat dan nasihat bagi kita semua.

IMG-20150528-WA0051

Continue reading

Bisa Jadi Karena Sering Membantu Sesama

Bisa jadi lancarnya rezeki seseorang karena doa orang tuanya. Mungkin juga karena doa fakir miskin yang mendapatkan uluran tangan darinya. Atau bisa juga karena doa saudara dan saudarinya yang ikut menikmati rezeki halal darinya yang ia selalu bagikan kepada mereka. Atau mungkin juga karena perhatiannya terhadap para penuntut ilmu agama.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِيْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ. فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ.

Dari Anas bin Malik ia berkata: “Dahulu ada dua orang bersaudara pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Seorang dari mereka senantiasa mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam (untuk menuntut ilmu), sedangkan yang satunya sibuk bekerja. Orang yang bekerja itu mengeluhkan saudaranya itu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda: “Semoga engkau mendapatkan rezeki karena sebab dirinya.” (Hadis sahih riwayat at-Tirmidzi).

IMG-20150528-WA0048

Continue reading

MEMBENAHI AKHLAK

Tidak mudah membimbing diri untuk menjadi pemilik akhlak mulia. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk merubah diri menjadi baik dengan akhlak mulia. Berikut ini beberapa kiat yang ditawarkan ulama untuk menggapai akhlak mulia. Mari kita perhatikan dan amalkan. Semoga dimudahkan.

AoUaqbwLyIXVCfT_ebhr8vdLPqivkO_EgNejbQhJNvTH

Continue reading

DI ANTARA KEUTAMAAN MENYAYANGI ANAK YATIM

Di masyarakat sekitar terkadang kita mendapati beberapa anak yatim, yaitu seorang anak belum baligh yang ditinggal wafat ayahnya. Berkaitan dengan hal satu ini, kepedulian Islam dan kaum muslimin terhadap mereka sangat luar biasa. Hal tersebut tampak pada beberapa ayat dan hadis yang menjelaskan tentang mereka. Sebagaimana kita dapati di banyak tempat di Indonesia panti asuhan untuk mengayomi dan mendidik mereka. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas orang-orang yang peduli dengan anak yatim dengan balasan yang lebih baik di akhirat kelak.

Berkaitan dengan anak yatim, ada sebuah hadis dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukan faedah besar bagi orang yang perhatian dengannya. Yaitu, mengusap kepala anak yatim dapat melembutkan hati orang yang melakukannya.

Berikut akan disampaikan dua buah hadis yang menjelaskan keutamaan amalan yang satu ini. Ditambah dengan sebuah hadis yang menunjukkan kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada anak yatim. Adapun beberapa keutamaan lainnya semoga dimudahkan untuk membahasnya di lain waktu.

abuwais3

Continue reading

KEUTAMAAN MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di antara cabang keimanan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Beliau menuturkan bahwa amalan ringan tersebut merupakan cabang keimanan yang paling rendah. Perhatikan riwayat berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِيْـمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيْـمَانِ.

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.” (HR. al-Bukhari & Muslim).

abuwaiz2

Continue reading

Yang Manakah Tangan Kita?

Ulama menyimpulkan bahwa:

الأَيْدِيْ أَرْبِعٌ: فَأَعْلاَهَا الْمُنْفِقَةُ فِي سَبِيْلِ اللهِ مِنْ غَيْرِ مَنٍّ وَلاَ أَذًى، ثُمَّ الْمُتَعَفِّفَةُ عَنِ اْلأَخْذِ وَلَوْ كَانَتْ مُحْتَاجَةً، ثُمَّ اْلآخِذَةُ بِغَيْرِ سُؤَالٍ وَلاَ اسْتِشْرَافٍ، وَأَدْنَاهَا السَّائِلَةُ.

IMG_20151119_222719

Continue reading

Kunci-kunci Rizki

“…10 (Sepuluh) KUNCI-KUNCI RIZKI yang dikhabarkan kepada kita oleh Alloh SWT dan Rosul-Nya…:”

1. ISTIGHFAR DAN TAUBAT.

Nabi Nuh AS. berkata kepada kaumnya : “Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Robb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai”.
(QS. Nuh : 10-12)

2. TAQWA.

Fiman Alloh SWT : “Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh SWT, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

Tahu

Continue reading